Pendidikan

Kuningan Tuan Rumah HAI Tingkat Nasional 2017

Bupati Kuningan berfoto bersama usai acara peringatan Hari Aksara Internasional 2017.

Kuningan Terkini - Bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi Kuningan Ke-519, Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Nasional tahun 2017 di Pandapa Paramartha, Kuningan, Jum’at (08/09/2010) menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Kuningan. Pasalnya, selain dapat menimba ilmu di acara bertajuk Membangun Budaya Literasi di Era Digital, warga masyarakat Kuningan juga bisa melihat secara langsung pembangunan Kabupaten Kuningan yang dikemas dalam pemaren pembangunan yang digelar ditempat yang sama.

Hadir dalam acara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P, Gubernur Jabar, Bupati Kuningan, H Acep Purnama, SH, MH, Kapolres Kuningan, Dandim 0615 Kuningan, Pejabat Struktural di Lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kuningan dan Para Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Kuningan.

Bupati Kuningan, H Acep Purnama dalam sambutannya mengatakan, perkembangan pendidikan di Kabupaten Kuningan secara umum menunjukan trend yang positif. Kondisi ini ditunjukan dengan data pencapaian indikator pendidikan yaitu Angka Melek Huruf (AMH) mencapai 98,79 %, Indek Pendidikan (IP) mencapai 85,50, jauh diatas Pencapaian Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang baru mencapai 74,84 poin.

“Untuk pencapaian rata-rata lama sekolah (RLS), mencapai 88,84 tahun, meningkat secara signifikan dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Acep menjelaskan. Di Kabupaten Kuningan kata Acep, berdasarkan data dari dinas pendidikan dan kebudayaan, jumlah penyandang buta aksara berjumlah 10.758 orang dengan rincian usia 15 - 59 tahun berjumlah 2.511 orang, usia 59 tahun keatas berjumlah 8.247 0rang dan tersebar di 32 kecamatan.

“Ada beberapa kendala dalam menyelesaikan penyandang buta aksara tersebut antara lain letak geografis, perkembangan jaman yang terus mengalami kemajuan serta kondisi kemampuan anggaran daerah yang belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan anggaran bidang pendidikan,” paparnya.

Kondisi tersebut sambung Acep, merupakan suatu tantangan bagi pemerintah daerah Kabupaten Kuningan untuk mencari alternatif solusi. Salah satu diantaranya adalah dengan mengakses program-program yang diluncurkan oleh pemerintah pusat, dalam hal ini program kementerian pendidikan dan kebudayaan.

“Saya berharap, pada tahun yang akan datang, Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia dapat memberikan anggaran lebih dari tahun-tahun sebelumnya kepada pemerintah daerah Kabupaten Kuningan agar bisa membantu memenuhi kebutuhan anggaran bidang pendidikan baik untuk anggaran pendidikan formal maupun pendidikan non formal di Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.(j’ly)


Fishing