Politik

Caleg Gerindra, Srie Bakal Tempuh Jalur Hukum

tim pemenangan caleg Gerindra, Sie Laelasari.

Kuningan Terkini - Caleg Perempuan Partai Gerindra dari Dapil 1, Sri Laelasari bakal melakukan langkah hukum kepada penyelenggara Pemilu serentak 2019. Pasalnya, hasil perhitungan akhir pleno KPU Kabupaten Kuningan, berbeda dengan hasil perhitungan internal tim pemenangannya, terpaut 7 suara dengan urutan diatasnya.

Menurut ketua Tim Pemenangan Srie Laelasari, Roni Agus Pramono, ada sejumlah kejanggalan yang terjadi selama penetapan pleno di 2 PPK, yakni Kecamatan Kuningan dan Garawangi. “Saya sebagai Ketua Tim Pemenangan Ibu Sri, merasa tidak puas dengan hasil kemarin yang di Pleno KPU. Karena disitu banyak kejanggalan antara data internal dengan hasil akhir," tegas Roni, Kamis (02/05/2019).

Berbekal data C1 yang dimiliki timnya, Agus beserta Sri Laelasari akan mengajukan keberatan secepatnya ke sentra Gakumdu Bawaslu Kuningan. Pihaknya menegaskan akan mencari keadilan melalu jalur yang semestinya, step by step hingga sampai ke Mahkamah Konstitusi.

"Data yang kita miliki adalah data riil, bukan data abal-abal. Saya akan menuntut hak-hak untuk mendapat keadilan, walaupun itu satu suara" jelasnya.

Tim Pemenangan Sri Laelasari secara khusus menyoroti sulitnya akses pencocokan data C1 Plano besar dari PPK dengan data yang mereka miliki terlebih hal ini terjadi di detik-detik akhir Pleno Kabupaten.

Dalam kesempatan yang sama, Tim Pemenangan Sri menepis rumor yang beredar bahwa Sri Laelasari telah menerima uang 200 juta dari pihak tertentu untuk mundur dan tidak mengajukan keberatan.

"Tidak benar bahwa Sri mendapat uang 200 juta. Saya akan terus memperjuangkan sampai ke tingkat MK," tegasnya. (Bubud Sihabudin)