• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sen14102019

Last updateMin, 13 Okt 2019 3am

Politik

Penetapan Caleg Terpilih, Tunggu Surat KPU RI

Ketua KPU Kuningan, Asep Z Fauzie

Kuningan Terkini- Meski sudah ada putusan dismissal Mahkamah Konstitusi, KPU Kabupaten Kuningan belum menentukan tanggal pelaksanaan rapat pleno penetapan caleg terpilih. Pasalnya, KPU Kuningan belum menerima surat perintah dari KPU RI. Tak hanya KPU Kuningan, hal yang sama juga terjadi di daerah lain di seluruh Indonesia.

Menurut Ketua KPU Kuningan, Asep Z Fauzie yang akrab disapa Asfa, pihaknya belum bisa melaksanakan rapat pleno penetapan caleg terpilih, karena KPU Kuningan hanya sebagai implementator kebijakan. Sementara regulatornya adalah pimpinan KPU di tingkat pusat.

“Kepastian waktunya harus menunggu surat dari KPU RI. Kalau sudah keluar maka paling lambat lima hari setelah surat diterima, rapat pleno harus digelar. Mudah-mudahan dalam waktu dekat suratnya segera turun,” kata Asfa, Kamis (25/7/2019).

Untuk menentukan perolehan kursi lanjut Asfa, dimulai dengan menetapkan suara sah parpol di setiap dapil. Kemudian membagi suara sah setiap parpol dengan bilangan pembagi 1, 3, 5, 7, dan seterusnya. Hasilnya diurutkan atau dirangking berdasarkan jumlah nilai terbanyak. “Nah, nilai itulah yang jadi patokan perolehan kursi sesuai alokasi di setiap dapil,” jelas Asfa.

Meski belum menentukan tanggal terang Asfa, KPU Kuningan sudah menggelar persiapan teknis. Diantaranya, simulasi konversi suara ke kursi menggunakan metode saint lague murni. Metode ini digunakan sesuai ketentuan pasal 420 UU Nomor 7 Tahun 2017. Pasal tersebut menerangkan langkah-langkah dalam menetapkan perolehan kursi.

“Dalam waktu dekat, KPU Kuningan akan menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder Pemilu 2019. Diantaranya Partai Politik, Bawaslu, Forkopimda, serta beberapa SKPD terkait. Insya Allah hari Senin depan kami akan menggelar Rakor persiapan di kantor KPU Kuningan. Surat undangannya sedang disiapkan,” ujarnya.

Diakhir perbincangan, Asfa menjelaskan terkait beberapa daerah yang sudah menetapkan calon terpilih. Menurutnya, hal tersebut hanya berlaku bagi daerah yang tidak ada PHPU. “Rapat plenonya pun digelar setelah MK menerbitkan buku registrasi perkara konstitusi (BRKP) yang kemudian ditindaklanjuti dengan keluarnya surat perintah dari KPU RI,” pungkasnya.(Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh