• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel25022020

Last updateSen, 24 Feb 2020 7pm

BJB

Profil

Maret 2020, Haul ke-147 Eyang Hasan Maulani Digelar

Rapat persiapan HAUL ke-147 Eyang HAsan Maulani

Kuningan Terkini - Kabupaten Kuningan beruntung memiliki ulama besar seperti Kyai Hasan Maulani. Ulama yang dikenal dengan sebutan Eyang Hasan Maulani ini memiliki pengaruh dakwah yang sangat kuat. Pengaruhnya bahkan terus dirasakan hingga sekarang.

“Sepak terjang ulama yang lahir di Desa Lengkong 8 Jumadil Akhir 1196 H atau 21 Mei 1782 M, memicu rasa khawatir kolonial Belanda,” kata salah seorang sesepuh keturunan Eyang Hasan Maulani, KH. M. Ma’sum, Selasa (4/2/2020).

Saking khawatirnya terhadap pengaruh ulama yang dikenal sebagai guru besar Tarekat Syattariyah itu kata Kyai Ma’sum,, berbagai fitnah dilayangkan kepadanya. Mulai difitnah menyebarkan aliran sesat sampai dituduh menghasut umat agar melakukan pemberontakan. Sehingga, pemerintah kolonial Belanda langsung bergerak dan menangkap Eyang Hasan Maulani pada 17 Shafar 1258 H atau 29 Maret 1842 M.

“Eyang Hasan Maulani akhinya dibawa dan ditahan di Cirebon selama tiga bulan,” ucapnya. Sejak ditahan di Cirebon sambungnya, banyak sekali simpatisan Eyang yang menjenguk. Hal ini membuat Belanda khawatir, sehingga Eyang dipindahkan ke Batavia,” paparnya.

Meski demikian tuturnya, para penjenguk dari berbagai daerah terus berdatangan. Akhirnya Eyang diasingkan ke Sulawesi Utara. Eyang wafat disana tanggal 12 Rabi’ul Awal 1291 H atau 30 April 1874 M dan dimakamkan di daerah Gunung Patar Kempal, Kampung Jawa Tondano Kaupaten. Minahasa, Sulawesi Utara.

“Untuk mengenang dan meneladani jasa-jasanya dalam mensyi’arkan Islam di Kuningan dan sekitarnya, kami bersama seluruh keturunan Eyang Hasan Maulani bertekad untuk terus melestarikan tradisi Haul setiap tahun,” terangnya.

Lebih jauh Kyai Ma’sum menjelaskan, Eyang dikenal sebagai ulama besar yang wara’ dan menguasai berbagai disiplin ilmu agama. Ini harus dijadikan teladan dalam berdakwah. ”Insya Allah tahun ini kami akan menggelar Haul ke 147 pada hari Ahad tanggal 8 Maret 2020 M atau 13 Rojab 1441 H,” imbuhnya.

Sementgara, Ketua Panitia Pelaksana, K. Irfan Fauzi menambahkan, selain untuk mengenang kiprah dakwah Eyang Hasan Maulani, kegiatan Haul ke 147 juga menjadi ajang silaturhami keluarga besar keturunan Eyang Hasan Maulani lintas generasi yang jumlahnya mencapai ribuan. Keturunan Eyang Hasan Maulani, baik dari bani Eyang Imrani, Eyang Mu’minah, Eyang Imamudin, Eyang Abshori maupun Eyang Akhyar, saat ini sudah tersebar di berbagai pelosok Nusantara.

Dia menambahkan, dalam rangkaian kegiatan Haul ke 147, akan diisi berbagai kegiatan, baik yang bersifat sosial, pendididikan, kebudayaan, kesejarahan maupun keagaman. Diantaranya, Tabligh Akbar, Halaqoh, Hadroh, Khotmil Quran, Bakti Sosial, Pameran Benda Pusaka dan Dokumen Penting peninggalan Eyang, serta Ziaroh ke Maqbarah para Masyayikh di Lengkong, Citangtu, Tanjungsari, Cikaso.

“Mohon doa restu dari seluruh elemen masyarakat, semoga diberi kemudahan dan acaranya berjalan lancar,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh