Bandung (Kuningan Terkini) - Pematung Wiyoga Muhardanto (30), mendedarkan ruang pameran di galeri PLATFORM 3, Bandung mulai dari tanggal 12 September hingga 5 Oktober 2014. Galeri PLATFORM 3 yang letaknya bersebelahan dengan studio Rosid, pelukis figur kahot ‘master nasional’ menjadi berbeda.
“Ini semacam kongsi-lah dengan PLATFORM 3. Hari ini Cafe Leuit, boleh diserbu sajiannya secara gratis, ikutan merayakan pameran Yoga,” kata Rosid yang tampak sumringah kedatangan puluhan tamu-tamunya.
Yoga, nama akrab dari Wiyoga Muhardanto, lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (Bandung) jurusan patung, sejatinya senang berkarya di berbagai kesempatan baik di dalam maupun di luar negeri, keukeuh berkonsep trimatra.
“Ada banyak yang lucu dalam kehidupan kelas kelas menengah kita. Di setiap ruang pertemuan, sering terlontar kata-kata ‘Ada Perlu Sebentar’. Saya suka merenung, perlu apa? Koq sebentar, lama juga tak mengapa,” begitu Yoga menghidupkan deskripsi benda sungsang tumbal (absurd) di ruang pamernya.
Benda absurd di ruang seukuran 6 X 5 m, terdiri atas kursi tunggu yang kakinya rentan rusak bila diduduki, TV yang pecah kacanya, kulkas tempat minuman yang tak berfungsi, patung resin kepala pria dan wanita berjilbab di atas kulkas, pot bunga yang kering, dan yang menohok sepeda motor siapa pun bisa diparkir di ruang pamer yang sempit ini.
”Layar TV ini pecah, para penunggu kesal karena program acaranya kacau. Nasib tanaman di pot bunga ini nelangsa tak terurus. Ruang tunggu jadi tak hirau, semua yang datang bersandiwara Ada Perlu Sebentar,” kata Yoga penuh pendalaman.
Sejatinya, Yoga sudah malang melintang berpameran tunggal atau kelompok, diantaranya, Galeri Arndt, Berlin (2013), Shanghai Bienalle, China (2012), SaatchiGallery, London (2011), Bienalle Jogja, Yogyakarta (2011), Jakarta Biennale (2009), Centraal Museum Utrech (2009), Soka Contemporary Space, Beijing (2008), dan Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2007 & 2008).
“Ia suka melucu dan mengupas gagasan segar, terkadang mempertanyakan tingkah konsumerisme bangsa kita. Intinya, ia sayang sama bangsanya yang sedang merambah kekinian dengan terbata-bata,” kata Heru Hikayat, Pengurus PLATFORM 3 yang tekun menampung rasa gelisah aneka seniman.
Alhasil, sedikit menyoal pameran berjuluk Ada Perlu Sebentar, menyindir betapa sibuknya anak bangsa ini mulai dari mengurus BBM yang katanya mau naik, isyu Pilkada langsung yang mau dihapus, urusan ketersinggungan SBY gara-gara ada pemerintahan transisi, presiden RI ke-7 yang sudah ada namun belum dilantik (tunggu, 20 Oktober 2014), mungkin ada benarnya bangsa ini sedang pura-pura mencari jati dirinya.
Sedikit saran, ingatlah pada pepatah sohor, Menjadi orang penting itu baik, namun jauh lebih penting menjadi orang baik! Ada baiknya, kejar dan cari tuh Wiyoga Muhardanto. Tanyakan padanya, Kalau memang ada perlu, dan lama lagi. Memangnya Anda kenapa, Coba, berani nggak? (Harri Safiari)