Profil

Kisah Sukses Pengrajin Ukiran Kayu

Kuningan Terkini – Berawal dari membuat wayang golek, Saharudin Kibro Akar (52) kini menjadi pengrajin ukiran kayu tersohor hingga kancah Nasional. Kiprah menjadi seniman kayu membawanya bertemu langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Saharudin Kibro Akar yang lebih dikenal Udin ini, merupakan warga Kuningan, tepatnya di Desa Babakanmulya RT 05 RW 02 Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Udin mulai merintis usaha cindera mata pada tahun 2007 silam yang sebelumnya aktif membuat wayang golek. Bahan baku yang di gunakan berasal dari limbah kayu yang tak terpakai di dapatkan dari pohon mati atau yang tergusur karena pembangunan.

“Dulu aktif membuat wayang golek. Karena ingin merambah kerajinan lain, saya mulai mempelajari pembuatan cindera mata ukiran, seperti patung kuda, miniatur dan alat furniture,” ucap Udin, Kamis (11/8/2016).

Udin menceritakan, sebelum menjadi seniman kayu, awalnya ia bekerja di Bali. Disana terdapat banyak kerjainan ukiran kayu. Udin pun mengaku tertarik membuat ukiran tersebut.

“Karena tertarik, saya ingin mencoba membuatnya. Tidak ada yang mengajari itu semua murni otodidak dengan memperhatikan seniman kayu membuat ukiran. Untuk bahan yang dipakai semuanya dari limbah pohon,” ucapnya.

Untuk proses pembuatan ukiran kayu, Udin menjelaskan, walaupun menggunakan limbah, tetap harus di pilih kualitasnya jangan sampai memilih limbah yang kondisi rusak seperti kropos. Setelah pemilihan limbah di potong menjadi dua bagian menjadi bahan setengah jadi, lalu di haluskan agar memudahkan proses pembentukan patung tersebut sebelum akhirnya penyelesaian akhir.

Dalam proses pembuatan ukiran, Udin mengatakan, ia tidak di bantu oleh orang lain hanya dilakukan sendiri. Bila ada pesanan dalam jumlah banyak, dia tidak pernah menjanjikan pengerjaan waktu yang singkat.

“Saya bekerja sendiri tidak menggunakan jasa orang lain karna ingin membuat ukiran yang murni berasal dari saya langsung, Kalau terdapat pesanan yang lebih itu pun hanya di bantu istri dalam proses akhir. Belum berani mempekerjakan orang lain karena masih lingkup home industry. Nanti bila pesanan semakin banyak mungkin akan merekrut karyawan,” ujarnya.

Karya seni ukiran kayu hasil buatan Udin sudah bisa di bilang terkenal dalam lingkup Nasional karena mencakup seluruh daerah di Indonesia seperti Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi. Bahkan dalam acara Harkopnas di Jambi bulan Juli 2016 yang di hadiri Presiden Joko Widodo langsung, karya seni Udin mewakili Kuningan, Jawa Barat.

“Untuk satu ukiran kayu plakat berukuran sedang Udin mengharaginya Rp. 400.000 sampai Rp. 500.000. Sedangkan cindera mata seperti ukiran kujang dan ikan dewa Rp. 250.000 per satu unitnya,” tandasnya. (Gilang)


Fishing