• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Sab16112019

Last updateSab, 16 Nov 2019 1am

Profil

Sosok Inspiratif, Sri Laelasari Peduli Sosial

Sri Laelasari

Kuningan Terkini - Anggota DPRD kuningan Fraksi Gerindra Sri Laelasari berkomitmen terhadap kegiatan sosial di lingkungan masyarakat Kuningan. Hal itu terbukti, ketika politisi Gerindra ini mengunjungi warga yang memiliki keterbelakangan mental di Rumah Antara, Desa Cinagara, Kecamatan Maleber. Selasa, (22/10/2019).

"Kalau aksi sosial seperti ini sering saya lakukan sebelum menjadi anggota dewan. Jadi, saat saya menjadi anggota Dewan, tentu saya akan maksimal dalam memberikan perhatian dan perlakuan kepada warga, terutama kepada warga yang memiliki keterbelakangan mental," ucap Sri Laelasari menjelaskan.

Dia menyebutkan, tindakannya nyata kepada warga keterbelakangan itu harus disertai dengan nilai - nilai ibadah. Karena yang dihadapi ini memerlukan energi dan sikap kesabaran yang luar biasa. "Mereka juga mahluk ciptaan Sang Khalik. Jadi tidak ada perbedaan dalam memberikan perlakuan. Namun, kita harus tetap sabar dalam menjalani sebagai pelayanan mereka," kata dia.

Disamping itu kata Sri, Ia bersama dengan pengasuh Rumah Antara terus memberikan motivasi dan siap membantu dalam pemenuhan kebutuhan hidup sewajarnya. "Seperti pakaian, dan perlengkapan mereka yang dibutuhkan. Isnya Allah, kami akan bantu sekuat kemampuan yang kami miliki," tandas dia.

Ditempat sama, pengasuh Rumah Antara, Ny. Een mengatakan, untuk pelayanan dan penyembuhan mental, telah tersusun dengan tertib. Sebab, pasien atau warga yang berada di rumah Antara ini memiliki latar belakang penyebab berbeda. "Macam-macam penyebab keterbelakangan mental, misalnya ada akibat kekerasan dalam rumah tangga dan ekonomi. Untuk penyembuhannya itu harus serius didampingi," jelasnya.

Saat ini kata Een, jumlah yang mengalami keterbelakangan mental mengalami penurunan dari sebelumnya sebanyak 30 orang. "Alhamdulillah, berkurangnya pasien ini, di dominasi dengan sehat normal pada umumnya. Dan mereka telah berkumpul dengan keluarganya dan diterima lingkungan lagi," jelas Een.(Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh