• Home
  • Parlementaria
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Sel28012020

Last updateSen, 27 Jan 2020 7pm

BJB

Sosial

Tanah Amblas, Dua Rumah Terancam Ambruk

Terancam. Dua rumah warga menempel dipinggir jurang

Kuningan Terkini - Ketakutan dan rasa khawatir harus dihadapi Asih dan Tuti, keduanya warga Dusun Tarikkolot RT 04 RW 02 Desa Babakanmulya Kecamatan Cigugur karena selokan dibelakang rumah mereka sejak lama mengalami amblas dan abrasi hingga membentuk jurang dengan kedalaman 15 meter. Hingga senin (09/12/2019), jarak antara jurang dengan rumah tinggal mereka tersisa beberapa jengkal saja.

Johan Purnama, Kepala Dusun setempat mewakili keluhan kedua warganya kepada Kuningan Terkini menuturkan, amblasnya selokan berlangsung cukup lama. Masih segar dalam ingatannya sekira 15 tahun silam, dia dan teman sebayanya masih bisa melintasi selokan ini sebelum amblas.

"Dulu ini bukan jurang, waktu itu saya masih remaja, ini adalah selokan kecil yang jaraknya 10 meter dari rumah ibu Asih. Saya sering melompat untuk melewati selokan ini. Sekarang amblas dan jadi jurang, sedalam 15 meter dan sangat lebar, " ungkapnya.

Johan menduga, hal ini terjadi karena faktor alam yang diperparah dengan gerusan air selokan di musim hujan. Sebagai Kepala Dusun yang baru sebulan menjabat, dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Pemdes untuk segera dilakukan tindakan antisipatif membuat penguat tebing dengan bronjongan berisi batu.

"Dulu pernah diperbaiki dengan pembatas beton dan batu, namun bisa dilihat itu dibawah, batunya sudah tergerus amblas. Solusinya harus dibuat bronjongan biar kuat," ujarnya.

Johan menambahkan, rencananya pihak Desa Babakanmulya telah menganggarkan perbaikan lokasi ini tahun 2020.

"Sekarang sudah memasuki musim hujan, bisa kita lihat ini jika terjadi longsor sedikit saja bisa menggusur rumah, kita lihat juga rumah bu asih bagian belakannya mulai retak pengaruh penurunan tanah," jelas Johan sembari menunjuk bagian dapur milik Asih.

Kini, Asih dan Tuti hanya bisa pasrah dan berharap tidak terjadi longsor di belakang rumahnya. Mereka tidak mampu untuk pindah rumah, karena pasti butuh biaya besar.

"Bu Asih memiliki anggota keluarga yang sakit, sementara suaminya sudah lama meninggal dunia. Ibu Tuti juga sama, suaminya telah tiada. Semoga lekas ada bantuan. Mohon segera dibantu saya khawatir karena ini musim hujan," pungkas Johan. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh