Kuningan Terkini - Sebanyak 43 santri penghafal Al Quran sebulan dari Yayasan Karantina Tahfizh Nasional dari berbagai daerah kembali diwisuda. Yang menarik dalam wisuda yang dihadiri langsung Wakil Bupati Kuningan H Acep Purnama di Masjid Syiarul Islam Kuningan, ternyata dihadiri pula oleh penceramah terkenal Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tahid KH Abdullah Gymnastiar.
Dalam kesempatan itu, KH Abdullah Gymnastiar yang juga akrab disapa Aa Gym itu menyampaikan, diharapkan para hafizh yang diwisuda ini bisa mengamalkan Al-Quran dengan baik dan penuh keikhlasan.
“Alhamdulillah anak saya juga ikut di yayasan ini. Sekarang telah lulus hafal Al-Quran. Setelah hafal A-Quran semoga adik-adik ini bisa mengamalkannya dengan baik, iklhlas, tidak ria, dan jangan ingin di balas budi,” harapnya.
Sementara Ketua Yayasan Karantina Tahfizh Nasional, Ust Ma’mun Al-Qurthuby SPd.I Al-Hafizh saat ditemui KaTer usai mewisuda puluhan santrinya kepada KaTer, Minggu (8/2/2015), menuturkan, Yayasan Karantina Tahfizh Nasional adalah yayasan satu-satunya yang ada di Jawa Barat bahkan di Indonesia yang membuka program menghafal sebulan hafal Al-Quran, dengan metode Yadain yaitu metode visualisasi dengan menggunakan dua tangan.
Bagaimana kosakata 77.800 dalam al-quran, dikurangi pengulangan kalimat, dan tersisa 6.000 kosakata inti. Dari 6.000 kosakata hanya butuh divisualisasikan menggunakan dua tangan cukup 58 gerakan tangan.
“Siswi kita kebanyakan dari luar daerah seperti dari Aceh, Kalimantan, Bandung, Cirebon, Jakarta. Bahkan pada bulan depan tanggal 22 Februari sudah ada peserta yang mendaftar dari negara Amerika,” katanya.
Dikatakan, yang luar biasa diantara peserta ada yang mampu menyelesaikan 16 hari peserta asal daerah kota Blitar. Usia termuda kelas empat mampu menyelesaikan 25 Juz. Namun sayangnya, program sebulan hafal Al-Quran yang merupakan asli dari Kuningan ini, hingga perhelatan wisuda kali ini, belum ada peserta dari Kuningan itu sendiri.
“Nantinya, kita akan bekerja bersama Dinas Pendidikan. Respon dari pemerintah daerah dalam hal ini yang disampaikan oleh Wakil Bupati Kuningan sangat baik, kita akan bersinergi,” ungkapnya.
Dengan sistem karantina ini lanjut Ma’mun, bagaimana setiap siswa tanpa harus pesantren, bisa dikembangkan dan menggali potensi dengan karantina dan tidak akan mengganggu kurikulum yang ada.
“Dengan kalimat sebulan hafal al-Quran, kita akan tembus kalangan. Tidak cuma santri tetapi kalangan dinas pendidikan, departemen agama, dan mudah-mudahan semakin banyak lagi orang yang hafal Al-Quran,” pungkasnya.(AND)