• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Min18082019

Last updateSab, 17 Agu 2019 7pm

Sosial

Fakta Menarik Jodi, Bocah yang Viral Di Medsos

Jodi, diapit neneknya dan kepala Dusun.

Kuningan Terkini - Jodi, bocah berumur 6.5 tahun yang tinggal bersama kakek dan neneknya menjadi viral di media sosial karena berlatar keluarga tak mampu. Ada fakta menarik dari bocah yang sekolah menggumakam seragam lusuh dan tidak memakai alas kaki saat sekolah.

Berdasarkan informasi perangkat Desa Margabakti dan warga Dusun Pahing tetangga Jodi, orang tua Jodi memiliki 5 orang anak, dimana Jodi adalah anak ke-4nya. Ayah kandung Jodi telah meninggal dunia, sementara ibundanya telah berkeluarga lagi bertempat tinggal tak jauh dari tempat tinggal Rakum sang kakek.

Posisi rumah sang kakek bisa disebut terpisah dari pemukiman pada umumnya. Untuk mencapai rumah tersebut perlu melewati jalan setapak yang tidak bisa dilalui motor sekalipun, ditambah jalan menanjak dengan kemiringan lebih dari 30 derajat.

Untuk mendapatkan air, keluarga ini mengandalkan sumur milik warga yang berada di bawah dan di angkut secara manual menggunakan ember dan jerigen. Elis Lisyati, Kepala Dusun setempat mengatakan, Rumah Rakum merupakan hasil bantuan Desa tahun 2014. Adapun setiap program Desa, keluarga ini selalu didahulukan. Termasuk program Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kemensos R.I. Bantuan lainnya adalah BPNT, JKN KIS telah disalurkan.

"Sebelumnya, rumah Kakeknya Jodi ini berlokasi di lingkungan warga.Namun, hal-hal yang membuat keluarga ini ingin pindah dan memilih disini, kami sudah berusaha mensosialisasikan prilaku hidup bersih dan sehat sekaligus membina cara bertetangga yang baik, upaya kami belum membuahkan hasil," jelas Elis.

Dari penjelasan tersebut tim kuninganterkini.com secara langsung mengunjungi lokasi rumah Jodi Rabu, (31/07/2019). Ternyata, jiwa sosial warga Pahing sangat besar bagi keluarga Rakum, karena kondisi ini telah berlangsung lama, mengingat mata pencaharian yang bersangkutan adalah buruh harian lepas. Bantuan dari donasi warga sekitar senantiasa mengalir setiap harinya. Bahkan, kepala Dusun berkali-kali menawarkan untuk pindah lokasi rumah, seketika itu pula ditolak Rakum dengan alasan sudah betah dan nyaman.

Dilain pihak, Guru Olahraga Jodi di SDN Margabakti, Idi S.Pd sangat senang dengan semangat Jodi untuk mengikuti pelajaran kelas 1 di sekolah. Dirinya masih ingat sebelum bersekolah, Jodi kerap bermain di lingkungan SD. "Anak ini dulu sering saya lihat bermain ke sekolah, dan maaf, terkadang tidak pakai celana dan tanpa alas kaki. Syukur sekarang dia sudah masuk dan sangat bersemangat sekali. Menurut saya Jodi dalam menyerap pelajaran normal seperti anak sebayanya," jelas Idi.

Beberapa orang guru yang berhasil diwawancara mengungkapkan harapan besar kepada Jodi di masa depan supaya dapat mencapai cita-cita. Karena ke-3 kakaknya diketahui putus sekolah. Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama bersama rombongan secara khusus mengunjungi rumah Jodi pada selasa kemarin dengan sambutan Camat, Perangkat Desa, dan warga. Bupati merasakan pula perjalanan menuju rumah tersebut.

Dalam waktu yang sama Ketua DPRD Rana Suparman usai mengikuti undangan KPU Kuningan mengungkapkan keprihatinannya dengan anak seusia Jodi yg butuh perhatian lebih dan melalui DPRD Rana akan terus berupaya meningkatkan ekonomi warga. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh