• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Rab20112019

Last updateSel, 19 Nov 2019 10pm

BJB

Sosial

Anak Yatim Rindu Bunda Sri Laelasari

Srie Laelasari bersama anak yatim.

Kuningan Terkini - Moment mengharukan mewarnai pertemuan Sri Laelasari dengan belasan Anak Asuhnya dari Komunitas Laskar Pecinta Yatim Piatu dan Dhuafa (LPYPD) Kuningan. Sri menemani buka puasa sunah anak asuhnya di sebuah rumah makan kawasan Jalaksana, Senin (14/10/2019).

Founder Komunitas LPYPD Nursinta Alnasher Nasution menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengasuh sedikitnya 100 anak dari berbagai pelosok Kuningan, mereka dibiayai pendidikannya dari uluran bantuan orang tua asuh yang melaksanakan infak rutin setiap bulan.

"Bunda (Sri-red) adalah salah satu orang tua asuh yang aktif sejak dua tahun terakhir. Anak-anak terus menanyakan bunda, ingin bertemu bunda. Kebetulan kami memiliki kegiatan puasa senin dan kamis bagi. Hingga mereka bisa bertemu sekaligus buka puasa bersama," ungkap Nursinta.

Dijelaskan Nur, peran para orang tua asuh berbeda dengan orang tua angkat, orang tua asuh lebih banyak memberikan bantuan dibelakang layar, karena pengasuhan dan kegiatan anak yatim sepenuhnya dikelola oleh pengurus komunitas.

"Semakin mereka tumbuh, mungkin ada kerinduan dalam diri anak-anak. Ini pertemuan kedua kali Bunda sama anak-anak. InsyaAllah bantuan biaya pendidikan anak-anak di Komunitas ini akan dibantu hingga sekolah tinggi. Adapun sekretariat kami ada di Windusengkahan Kuningan," pungkas Nursinta.

Sementara, Sri Laelasari mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali menjumpai anak-anak. Sri mengenang masa pertemuan pertama pada dua tahun lalu, mereka tampak masih kecil bahkan beberapan diantaranya pernah digendong, Sri senang saat ini mereka tumbuh besar. Ia mengajak rekan sejawat khususnya anggota DPRD Kuningan untuk menjadi orang tua asuh bagi anak yatim piatu dan dhuafa. Pada pemerintahan terdahulu sempat dipopulerkan program pemerintah GNOTA sebagai Gerakan Nasional.

“Mereka harus memiliki harapan, saya lihat diwajah anak-anak tadi sangat bersemangat sekali, kita kumpul dari jam 05:00 wib kemudian kita saling berbagi cerita dan buka bersama," ungkap Sri. Dirinya berharap, anak-anak mendapatkan rasa nyaman dan terus bersekolah. Menurut Sri, kenyamanan tersebut bisa diwujudkan apabila ada kita peduli dengan mereka. (Bubud Sihabudin)

Add comment


Security code
Refresh