• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Olahraga
  • Kesehatan

Min29112020

Last updateKam, 26 Nov 2020 5pm

BJB

Wisata

Protokol Kesehatan Destinasi Wisata Disosialisasikan

Bupati Kuningan berfoto bersama usai kegiatan.

Kuningan Terkini - Sosialisasi penerapan protokol kesehatan perlu dilakukan agar masyarakat yang berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Kuningan tetap bisa menjaga protokol Kesehatan. Demikian disampaikan Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH saat Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan berbasis CHSE (Clean, Healty, Safety, Environment) di Hotel Horison Tirta Sanita, Jum’at (06/11/2020).

“Perlu langkah langkah yang straegis untuk pariwisata, saya tidak memungkiri hari ini Kuningan sudah menjadi Kabupaten sasaran, banyak diincar oleh para investor, terutama dalam rangka pengembangan pariwisata,” kata Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH menjelaskan.

Hari ini kata Acep. Dilaksanakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan berbasis CHSE (Clean, Healty, Safety, Environment). Hal ini harus dilakukan, karena kalau tanpa ini semua pihaknya tidak akan mengizinkan, tapi karena dengan satu niat bersama, protokol kesehatan itu wajib.

“Kita ingin menjadi makmur dibidang pariwisata. SDM kita tidak kalah oleh daerah lain, bahkan setelah kita gali ternyata Kuningan memiliki potensi yang luar biasa. Salah satunya pada peringatan sumpah pemuda kemarin banyak muncul masyarakat Kuningan yang memiliki potensi yang luar biasa,” paparnya.

Berdasarkan hasil monitoring sambungnya, ada penurunan kunjungan wisatawan secara drastis dan signifikan sehingga berdampak kepada penurunan ekonomi pada 47 unit hotel, 174 daya tarik wisata, 99 unit rumah makan, 12 unit hiburan malam, 7 agen biro perjalanan, 32 pokdarwis.

“Penurunan pertumbuhan ekonomi kreatif selanjutnya yaitu jumlah SDM pariwisata terdampak sebanyak 5.931 orang dari jumlah SDM 590 orang,” ucapnya.

Koordinator Pengembangan Destinasi dan Regional I area III Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Wastutik, SE, MM mengatakan, Covid 19 ini memiliki dampak yang cukup besar terhadap Ekonomi kreatif, khususnya pada bidang Pariwisata. Banyak tenaga kerja yang di PHK atau menghilangnya penghasilan dari pekerjaan, khususnya dibidang pariwisata.

“Untuk itu pemerintah melakukan segala upaya untuk meningkatkan pariwisata, pembangunan, dan pemulihan ekonomi kreatif. Beberapa langkah yang harus kita lakukan dalam menghadapi masa pandemi ini diantaranya melakukan pembagian bantuan agar para pengusaha bisa bangkit kembali dapat melakukan dan membuka usahanya kebali dengan sistem protokol kesehatan yang dilakukan dengan baik dan benar,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh