Sel04102022

Last updateRab, 28 Sep 2022 2pm

bjb

Wisata

Sempat Vakum 2 Tahun, Saptonan Kembali Digelar

Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, SH.

Kuningan Terkini - Gelaran kearifan lokal tradisi Kuningan, Sapton atau Saptonan dan Panahan Tradisional menjadi daya tarik tontonan dan tuntunan masyarakat Kuningan untuk menyaksikannya. Setelah 2 tahun vakum akibat pandemi Covid-19, akhirnya tradisi ini kembali digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kuningan ke-524, di Lapangan Sepak Bola Desa Ancaran, Kecamatan Kuningan, Kamis (01/09/2022)

Rangkaian acara diwarnai dengan Parade keprajuritan, Atraksi seni dari tiap-tiap Kademanagan, Seba Kademanagan ke Raja (Bupati), ketangkasan berkuda, dan panahan tradisional. Dalam gelaran tersebut, diceritakan tentang Kerajaan Kajene (Kuningan) kembali menampakan diri dengan Raja, atau Adipati, Patih, Mantri Jero, hingga para Tumenggungnya.

Dengan pakaian jaman kerajaannya, tampak lima Kawadanan beserta pasukannya beriringan satu persatu menampilkan atraksi seni, seba dan keunikan lainnya ke bupati atau raja. Dilanjutkan laporan dari pupuhu demang dan langsung di balas oleh Bupati atau Raja.

“Tradisi Saptonan dan Panahan Tradisional menggambarkan Kerajaan Kajene (Kuningan) pada jaman dahulu yang dikemas atraksi pagelaran budaya dengan keunikan yang demikian menarikkata Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH, MH mengawali sambutannya.

Dahulu kata Acep, Saptonan merupakan acara rutin setiap hari Sabtu setelah kegiatan Seba Upeti (Persembahan Hasil Bumi) yang dilaksanakan di sekitar Kerajaan Kajene. Kegiatan ini mempunyai makna demikian mendalam. Seperti heroisme dan patriotisme dalam bela negara, serta kebersamaan antara pemerintah dan rakyatnya.

“Intinya, Saptonan sebagai refleksi dalam menjalin kehidupan sosial masyarakat, rasa kekeluargaan antara rakyat dan pemerintahnya,” terangnya.(gg)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing