• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Min22092019

Last updateMin, 22 Sep 2019 9pm

Wisata

Seren Taun Cigugur, Masuk Agenda Nasional

Bupati Kuningan menumbuk padi pada perayaan Seren Taun di Cigugur.

Kuningann Terkini - Upacara Adat Seren Taun di Bale Paseban Tri Panca Tunggal Cigugur Kuningan berlangsung sacral. Sejumlah acara ritual dan pagelaran seni tradisional mewarnai puncak acara yang berakhir malam minggu (24/08/2019). Seren Taun digelar berkesinambungan setiap bulan Rayagung yang puncaknya setiap tgl 22 Rayagung.

Tari tradisional Jamparing Apsari, tari Puragabaya gebang, Angklung kanekes Angklung buncis, tari Buyung, dan iring-iringan 'kamonesan' serta prosesi ngajayak mendapat perhatian besar ribuan pengunjung dan wisatawan domestik, termasuk para undangan, dan kalangan birokrat.

Menurut Bupati Kuningan, H Acep Purnama, tradisi Seren Taun di kelurahan Cigugur merupakan aset kepariwisataan daerah yang me Nasional, juga memiliki nilai-nilai luhur budaya dan sarat warisan kebudayaan. Tan hana nguni tan hana mangke. Artinya, kalau tidak ada masa lalu, tidak ada masa sekarang.

“Tradisi ini kata Acep, hendaknya dilestarikan dan dirawat dengan sebaik-baiknya, ujarnya. Terlebih acara Seren Taun ini sudah masuk dalam agenda nasional Kemenpar RI,” terangnya.

Sementara, sesepuh Jawa Barat, yang juga mantan Kapolda DKI/pejabat Gubernur Jabar, Mochamad Iriawan mengapresiasi tradisi ini, dengan harapan agar budaya Seren Taun tetap dijaga dan dilestarikan. “Jaga persatuan dan kesatuan. Meskipun negeri ini terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama, mari kita jaga NKRI untuk memperkuat Adat budaya dan karakter bangsa, sesuai dengan nilai Pancasila,” paparnya.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia, P Gumirat Barna Alam menjelaskan, Seren taun ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, juga sebagai wujud implementasi persatuan dan kesatuan, yang sarat filosofis tentang kemanusiaan dan kebangsaan. Seren taun ini digelar selama 5 hari (19-24 Agustus 2019).

“Serangkaian acara ritual digelar, seperti mesek pare, siraman baleg kembang, Damar sewu, Pesta Dadung, pembuangan hama, penanaman pohon, 1000 kentongan, tari kaulinan barudak lembur, rampak kendang, panglawungan tembang sunda, ngupas rumpaka anggitan P Jatikusumah,” ujarnya.

Seren taun sambung P Gumirat, dimeriahkan pentas seni tradisional. Diantaranya, tari Maung lugay SMP Tri Mulya Cigugur, tari LS Purwa Wirahma, tari merak, tari gondang, Calung, dan seni tarawangsa, yang pelaksanaannya di koirdinir oleh Komunitas Akur Sunda Wiwitan Cigugur.

“Tradisi Seren Taun ini, merupakan salah satu dari 267 karya budaya ritus/perayaan di Indonesia dan ditetapkan sebagai ikon prestasi Pancasila oleh Badan Pembina Ideologi Panca-sila (BPIP) kategori kewirausahaan,”pungkasnya.(H WAWAN JR)

Add comment


Security code
Refresh