Aneka

Cerpen Hidayah (Bag 1)

Abun Burhanudin

Jenazah Menempel Ke Tanah Saat Makamnya Mau Dipindahkan

Oleh Abun Burhanudin

Kuningan Terkini - Warga kampung Cihanjuang sedang pada sibuk bergotong royong melaksanakan pelebaran Mesjid. Semua warga termasuk pak Lurah, dan Ustad Fendi Yusuf juga turun tangan berbaur dengan warga. Dalam bekerja mereka nggak pilih-pilh. Baik Pak Lurah maupun pak Ustad, nggak segan-segan kalaupun mereka harus mengangkat batu, kayu, ataupun bikin adukan. Karena para pemimpin mereka juga ikut turun, para warga pun tampak bersemangat.

Sementara itu, beberapa warga lain tampak sedang membongkar sebuah rumah kosong yang ada di samping Mesjid. Rencananya lokasi rumah tersebut masuk dalam batas wilayah pelebaran mesjid. Nggak disangka, di dalamnya terdapat sebuah kuburan. Wargapun sepakat untuk memindahkan kuburan tersebut. Alangkah kagetnya warga, pas kuburan dibongkar, ternyata Jenazah di dalam kuburan itu masih utuh. Begitupun dengan kain kaffannya masih kelatan bersih, layaknya mayat yang baru aja dikuburkan.

Para warga serempak membaca tasbih. Mereka yakin kalo jenazah yang dikuburkan di sini, adalah jenazah orang soleh. Ternyata kekagetan warga bukan cuman sampe di situ saja. Pas jenazah diangkat mau dipindahin, ternyata nggak bisa. Beberapa warga lain, turun membantu. Tapi tetep aja jenazah nggak bisa diangkat. Para warga pun heran. Akhirnya mereka menyampaikan berita itu kepada Ustad Fendi Yusuf. Ustad Fendi Yusuf lalu datang untuk melihat apa yang terjadi. Dia merasa sangat takjub.

Spontan sang ustad pun membaca tasbih. “Subhanallah”.

Pas kain kafannya dibuka, ternyata jenazah perempuan. Ustad Fendi Yusuf merasa penasaran. Siapa gerangan jenazah wanita yang dikuburkan di tempat ini. Diapun lalu meminta warga untuk mencari orang yang ada hubungannya dengan jenazah wanita ini. Nggak lama kemudian, Mang Dudung, matbot mesjid, datang membawa seorang lelaki yang udah tua renta ke hadapan Ustad Yusuf.

Dia adalah Bah Emod, pembantu setia Ibu Khadijah, wanita solehah yang jasadnya masih utuh tadi. Kepada orang tua ini, Ustad Fendi memint agar diceritakan kisah hidup Ibu Khadijah. Bah Sodiq pun lalu bercerita. Menurut Bah Emod, nama asli Bu Khadijah adalah Randita. Waktu mudanya dikenal sebagai perempuan yang suka gonta ganti pacar. Ayahnya, Sodikin, seorang guru agama di sebuah Madrasah. Ibunya bernama Masitoh, dia juga dikenal alim dan suka ngajar ngaji anak-anak.

Umur Randita saat itu sudah dua puluh tahun lebih. Tapi dia belum juga mau menikah. Padahal sebagai kebang desa, tentu saja banyak lelaki yang datang pengen melamar dia. Tapi Randita selalu bilang nggak ada yang cocok. Sodikin dan Masitoh merasa bingung. (Bersambung)


Fishing