Aneka
Cerpen Hidayah (Bag 1)
- Details
- Published on Tuesday, 12 April 2016 03:52
- Written by Abun Burhanudin
- Hits: 28802
Jenazah Menempel Ke Tanah Saat Makamnya Mau Dipindahkan
Oleh Abun Burhanudin
Kuningan Terkini - Warga kampung Cihanjuang sedang pada sibuk bergotong royong melaksanakan pelebaran Mesjid. Semua warga termasuk pak Lurah, dan Ustad Fendi Yusuf juga turun tangan berbaur dengan warga. Dalam bekerja mereka nggak pilih-pilh. Baik Pak Lurah maupun pak Ustad, nggak segan-segan kalaupun mereka harus mengangkat batu, kayu, ataupun bikin adukan. Karena para pemimpin mereka juga ikut turun, para warga pun tampak bersemangat.
Sementara itu, beberapa warga lain tampak sedang membongkar sebuah rumah kosong yang ada di samping Mesjid. Rencananya lokasi rumah tersebut masuk dalam batas wilayah pelebaran mesjid. Nggak disangka, di dalamnya terdapat sebuah kuburan. Wargapun sepakat untuk memindahkan kuburan tersebut. Alangkah kagetnya warga, pas kuburan dibongkar, ternyata Jenazah di dalam kuburan itu masih utuh. Begitupun dengan kain kaffannya masih kelatan bersih, layaknya mayat yang baru aja dikuburkan.
Para warga serempak membaca tasbih. Mereka yakin kalo jenazah yang dikuburkan di sini, adalah jenazah orang soleh. Ternyata kekagetan warga bukan cuman sampe di situ saja. Pas jenazah diangkat mau dipindahin, ternyata nggak bisa. Beberapa warga lain, turun membantu. Tapi tetep aja jenazah nggak bisa diangkat. Para warga pun heran. Akhirnya mereka menyampaikan berita itu kepada Ustad Fendi Yusuf. Ustad Fendi Yusuf lalu datang untuk melihat apa yang terjadi. Dia merasa sangat takjub.
Spontan sang ustad pun membaca tasbih. “Subhanallah”.
Pas kain kafannya dibuka, ternyata jenazah perempuan. Ustad Fendi Yusuf merasa penasaran. Siapa gerangan jenazah wanita yang dikuburkan di tempat ini. Diapun lalu meminta warga untuk mencari orang yang ada hubungannya dengan jenazah wanita ini. Nggak lama kemudian, Mang Dudung, matbot mesjid, datang membawa seorang lelaki yang udah tua renta ke hadapan Ustad Yusuf.
Dia adalah Bah Emod, pembantu setia Ibu Khadijah, wanita solehah yang jasadnya masih utuh tadi. Kepada orang tua ini, Ustad Fendi memint agar diceritakan kisah hidup Ibu Khadijah. Bah Sodiq pun lalu bercerita. Menurut Bah Emod, nama asli Bu Khadijah adalah Randita. Waktu mudanya dikenal sebagai perempuan yang suka gonta ganti pacar. Ayahnya, Sodikin, seorang guru agama di sebuah Madrasah. Ibunya bernama Masitoh, dia juga dikenal alim dan suka ngajar ngaji anak-anak.
Umur Randita saat itu sudah dua puluh tahun lebih. Tapi dia belum juga mau menikah. Padahal sebagai kebang desa, tentu saja banyak lelaki yang datang pengen melamar dia. Tapi Randita selalu bilang nggak ada yang cocok. Sodikin dan Masitoh merasa bingung. (Bersambung)





Comments
I enjoy the info you provide here and can't wait to take a look when I get home.
I'm surprised at how quick your blog loaded on my cell phone ..
I'm not even using WIFI, just 3G .. Anyhow, excellent blog!
If so how do you prevent it, any plugin or anything you can recommend?
I get so much lately it's driving me mad so any assistance
is very much appreciated.
get newest updates, therefore where can i
do it please help out.
(from what I've read) Is that what you're using on your blog?
Please reply back as I'm hoping to create my own site and want to learn where you got this from or what the theme
is called. Kudos!
superb blog! I guess for now i'll settle for bookmarking and adding
your RSS feed to my Google account. I look forward to new updates
and will talk about this blog with my Facebook group. Chat soon!
The clarity in your post is just nice and i can assume you are an expert
on this subject. Well with your permission let me to grab your RSS feed to
keep up to date with forthcoming post. Thanks a million and please carry on the gratifying work.
I'd be very thankful if you could elaborate a little bit more.
Appreciate it!
to apply such strategies to your won webpage.
reading this wonderful paragraph to increase my experience.
RSS feed for comments to this post