Kuningan Terkini - Kinerja Badan Anggaran DPRD Kabupaten Kuningan yang membidangi pembahasan Raperda tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) TA 2015 mendapat apresiasi dari Bupati Kuningan, Hj Utje CH Suganda, S.Sos, MAP. Hal tersebut terungkap saat Bupati Kuningan, Hj Utje Ch Suganda memberikan sambutan pada Paripurna Pengesahan APBD Perubahan TA 2015 di gedung dewan setempat, Jumat (28/8/2015).
“Alhamdulillah dewan yang terhormat telah menyetujui Raperda tentang APBD Perubahan TA 2015. Terimakasih kepada Badan Anggaran DPRD Kuningan, yang telah berkenan mengkaji dan membahasan perangkaan perubahan APBD TA 2015,” ucap Bupati Utje dihadapan para wakil rakyat dan sejumlah pimpinan SKPD.
Menurutnya, proses perubahan pembahasan APBD tersebut dinilai telah berjalan lancar. Walaupun dengan ketersediaan waktu yang sedikit, namun dinamika dan kesungguhan pembahasan tetap dikedepankan untuk memperoleh hasil yang lebih baik dan transparan demi kemajuan Kuningan.
“Setelah melalui proses pembahasan APBD Perubahan TA 2015, menunjukan bahwa volume perubahan APBD TA 2015 diantaranya, Anggaran Pendapat Daerah sebelum perubahan direncanakan sebesar Rp2,051 Trilyun menjadi Rp2,401 Trilyun, meningkat 17,04 persen. Sedangkan anggaran belanja sebelum perubahan sebesar Rp2,121 Trilyun menjadi Rp2,545 Trilyun, meningkat 19,97 persen, terdapat defisit sebesar Rp143,63 Milyar,” sebutnya.
Selanjutnya kata Utje, penerimaan pembiayaan sebelum perubahan sebesar Rp 74,464 Milyar menjadi Rp155,2365 Milyar. Sedangkan pengeluaran pembiayaan sebelum perubahan sebesar Rp5,6 Milyar menjadi Rp11,6 Milyar, maka terdapat pembiayaan neto sebesar Rp143,63 milyar.
“Peningkatan volume APBD tersebut, dilihat dari sisi pendapatan menunjukan adanya peningkatan dari dana perimbangan melalui peningkatan penerimaan, bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak. Pemerintah pusat sebesar 15,393 Milyar, dan penerimaan dana alokasi khusus sebesar Rp117,879 Milyar,” ungkapnya.
Kemudian masih kata Utje, disisi belanja daerah perubahan APBD TA 2015 dialokasikan antara lain untuk memenuhi kebutuhan belanja tidak langsung, terutama pembayaran rapel beras serta pembayaran cicilan iuran askes untuk memenuhi program dan kegiatan yang belum terakomodir pada APBD murni.(AND)