Kuningan Terkini - Soal isu dugaan kemaksiatan di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, sejumlah Ormas Islam mendesak agar anggota DPRD Kabupaten Kuningan lebih terbuka dan bicara jujur saat kejadian pada malam 17 Agustus lalu. Hal ini terungkap saat Perwakilan Ormas Islam seperti DPW FPI Kuningan, Gardah Bangsa, GPK audensi bersama Kasat Intelkam Polres Kuningan.
Ketua DPW FPI Kuningan, Didin Kholidin kepada awak media, Kamis (15/10/2015) menjelaskan, permasalahan isu maksiat di gedung DPRD Kuningan ini, diserahkan sepenuhnya kepada pihak aparat kepolisian untuk mengambil sikap demi menjaga kondusifitas.
Hasil dari pertemuan itu kata Didin, pihak Kasat Intelkam akan mengkomunikasikan dengan Pak Kapolres Kuningan. Nantinya, pihak kepolisian akan memberikan jawaban kepada FPI, GPK dan Gardah Bangsa pada Jumat tanggal 16 Oktober sore.
“Tuntutan kita kepada pihak kepolisian yaitu supaya polisi tidak tinggal diam. Karena, ini adalah merupakan satu bibit daripada konflik masyarakat yang sangat besar, dan ini kami tidak mengharapkan itu sampai terjadi. Makanya, kami saat ini serahkan,” terangnya.
Akan tetapi lanjut Didin, apabila nantinya pihak kepolisian angkat tangan dan tidak menyelesaikan permasalahan ini, maka FPI, Gardah dan juga GPK atau mungkin sebagian umat Islam akan melakukan langkah yang berikutnya.
“Mungkin kita nanti akan kembalil audensi atau mungkin saja akan demo kepada dewan ini, supaya mengaku atas perbuatannya. Yang diharapkan FPI, adalah satu ada pengakuan, bahwa malam itu adalah betul-betul terjadi kemungkaran atau kemaksiatan. Kedua yakni mereka itu bertobat, tidak akan melakukan hal yang sama baik itu secara pribadi, keluarga atau apalagi secara lembaga,” sebutnya.
Kemudian yang ketiga kata Didin, pihaknya menuntut agar tempat tersebut (sekretariat DPRD, red) jangan dijadikan satu tempat maksiat, melainkan dijaga menjadi satu tempat yang sangat terhormat untuk menampung aspirasi masyarakat, demi bangkit dan majunya Kuningan.
“Kami juga menjawab isu yang berkembang saat ini bahwa FPI ada pertemuan dengan dewan, ataupun akan melakukan pertemuan dengan dewan pada hari ini itu semua bohong, itu tidak terjadi dan itu adalah fitnah bagi FPI. Karena apa, hari ini FPI sudah melakukan audensi terhadap aparat kepolisian dan kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya.(AND)