Kuningan Terkini - Soal isu dugaan kemaksiatan yang tengah menimpa para wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kuningan, membuat salah seorang anggota DPR RI dari Fraksi PKB Dapil X, Yanuar Prihatin angkat bicara. Bahkan, isu dugaan itu dinilai sangat mencederai kehormatan wakil rakyat baik secara kelembagaan maupun perseorangan.
“Persis kejadiannya saya gak tau. Tapi apapun bentuknya, apa miras apa narkoba apa perbuatan tercela lainnya atau perbuatan melawan hukum itu kan tidak pantas dilakukan oleh wakil rakyat, siapapun wakil rakyatnya dan dimanapun wakil rakyatnya,” tandasnya kepada awak media usai menghadiri seminar nasional baru-baru ini, Selasa (20/10/2015).
Justru menurutnya, seorang wakil rakyat harus memberikan contoh yang baik dan menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat. “Masa, seorang wakil rakyat kok memberikan contoh yang buruk apalagi miras, saya kan berani bilang itu gak bener, malahan itu merusak,” ujarnya.
Hal itu kata Yanuar, malahan bisa merusak moral politik yang sedang dibangun dengan susah payah, agar bisa tumbuh kepercayaan masyarakat kepada politisi. Namun tiba-tiba dicemari dengan adanya isu kejadian tersebut yang berpotensi menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap politisi.
“Jadi istilahnya ya gak pantes mereka melakukan hal seperti itu. Siapapun ya, dimanapun mereka lakukan bukan hanya oleh politisi atau anggota DPRD, oleh siapapun kan gak boleh. Sebab hal itu kan dilarang agama, larangan sosial masyarakat, bahkan beberapa hukum adat juga melarang itu dan tata tertib di masyarakat juga menganggap hal itu kurang baik,” bebernya.
Dirinya setuju bahwa, hukum itu tetap harus ditegakan sesuai dengan aturan yang berlaku jika memang terbukti ada yang terlibat. Namun juga bukan hanya soal faktor hukum yang harus ditegakan, kedua yang lebih penting lagi adalah menyangkut moral politik.
“Jadi kesantunan politik, etika politik itu mana sebagai wakil rakyat. Itu kan harusnya memberikan contoh yang baik untuk publik. Jadi istilahnya itu, sebelum itu terjadi kan tidak mungkin tiba-tiba terjadi. Mesti mereka sudah punya kegiatan yang sama sebelum-sebelumnya, tidak mungkin tiba-tiba gitu kan,” terangnya.
Yanuar juga berharap, ada tindakan tegas dari partai yang menaunginya bagi kader yang benar-benar terlibat. Sehingga, harus ada tindakan disiplin partai, apapun partainya agar tidak merusak partainya kedepan. (AND)