Kuningan Terkini - Bupati Kuningan Utje Ch Suganda menyampaikan bahwa, nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Kabupaten Kuningan tahun 2016 untuk belanja daerah mencapai Rp 2,456 Triliun. Turun dibanding tahun lalu sebesar Rp 2,547 Triliun atau mencapai Rp 90,71 Miliar.
"Untuk tahun 2016, belanja daerah direncanakan sebesar Rp 2,456 triliun, dengan komposisi Belanja Tidak Langsung (BTL) Rp Rp 1,761 triliun, yang diarahkan untuk belanja pegawai Rp 1,371 triliun, belanja hibah Rp 4,10 miliar, belanja bantuan sosial Rp 3,491 miliar, belanja bagi hasil kepada pemerintah desa Rp 2,13 miliar, belanja bantuan keuangan kepada desa dan partai politik Rp 359,59 miliar dan belanja tidak terduga Rp 20,79 miliar,” sebut Bupati Utje saat menyampaikan nota keuangan RAPBD 2016 di Gedung DPRD, Jumat (6/11/2015).
Sedangkan Belanja Langsung (BL) lanjut Utje, jumlahnya sebesar Rp 695,03 miliar, terdiri atas program dan kegiatan non urusan untuk 80 SKPD Rp 113,65 miliar dan program serta kegiatan urusan untuk 80 SKPD sebesar Rp 581,37 Milyar.
“Sebagaimana maklum, bahwa alokasi belanja langsung melalui program dan kegiatan urusan masih bersifat sementara, khususnya dari sumber dana bantuan keuangan provinsi. Karena sampai saat ini belum menerima pagu anggaran definitif,” katanya.
Menurutnya, apabila memperhatikan RAPBD 2016 sebesar Rp 2,472 triliun dibandingkan dengan APBD tahun 2015 sebesar Rp 2,456 triliun, mengalami selisih lebih (surplus) sebesar Rp 15,79 miliar. Dengan demikian, perangkaan pembiayaan daerah pada posisi penerimaan pembiayaan daerah untuk sementara belum ditargetkan.
“Sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 15,79 miliar, terdapat selisih kurang (defisit) pembiayaan netto sebesar Rp 15,79 miliar, akan ditutup dari surplus rencana pendapatan daerah,” pungkasnya. (AND)