Kuningan (KaTer) - Aksi demo yang dilakukan Gerakan Massa Pejuang Untuk Rakyat (Gempur) Kuningan menolak pembangunan Geothermal di wilayah Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan mendapat tanggapan serius dari Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan, Harnida Darius SH. Menurutnya, aksi demo ribuan massa ke pemkab Kuningan tersebut dinilai tidak sehat.
“Gerakan itu tidak mencerdaskan masyarakat. Malahan, advokasi yang dilakukan selalu membuat paranoid masyarakat. Karena, tanpa memberikan informasi yang berimbang antara manfaat dan mudharatnya,” kata Rida saat ditemui KaTer di sekretariat MPC PP Kuningan, Senin (12/5/2014).
Orang-orang yang terlibat dalam mengadvokasi masyarakat tentang Chevron kata Rida, itu hanya memberikan informasi yang sifatnya penyulutan emosi. Mereka (pelaku advokasi, red) tidak memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat dan mudharatnya tentang Chevron.
“Jika mau melakukan advokasi kepada masyarakat, harus berdasarkan fakta dan data yang jelas dan benar. Setelah itu, baru menyampaikan kepada masyarakat Kuningan, khususnya warga lereng Gunung Ciremai,” tandasnya.
Begitu juga dengan pemkab Kuningan kata Rida, harus responsif terhadap persoalan yang berkembang saat ini. Jika sosialisasi tentang Geothermal itu belum cukup, seharusnya pemkab meminta pihak provinsi dalam hal ini Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk melakukan sosialisasi secara jelas dan benar.
“Sehingga, kondusifitas warga masyarakat Kuningan bisa kembali tenang dan meredam munculnya potensi perselisihan baik antar warga masyarakat maupun dengan pemerintahan. Karena, wilayah Kuningan hanya sebatas daerah yang ditempati oleh kebijakan Gubernur saja,” terangnya.
Sementara, untuk mengetahui secara jelas untung ruginya pembangunan geothermal di lereng Ciremai ini, sudah tentu harus yang berkompeten yaitu ahli geothermal. Selain itu, cari komparasi pembanding dari ahli Geothermal yang mengatakan jika Geothermal banyak kerugiannya. “Jadi akan berimbang. Tinggal kita lihat, apakah banyak manfaat atau mudharatnya,” ungkapnya.
Diakhir perbincangan, Rida berharap agar jangan sampai setiap aksi gerakan penolakan Geothermal, masyarakat hanya disulut isu Gunung Ciremai yang akan dijual. Justru pola seperti itu adalah pembodohan bagi masyarakat. “Perjuangan Gempur ini sudah tidak sehat lagi. Bahkan, masyarakat selalu dijadikan alat untuk memenuhi kepentingan segelintir orang saja,” ujarnya.
Seyogyanya, Gempur fokus pada persoalan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) agar bisa memberdayakan masyarakat petani di lereng Ciremai untuk bisa bercocok tanam lagi.b “Saya siap di garda terdepan membantu perjuangan gerakan Gempur Kuningan jika seperti itu,” tegasnya.(AND)