• Parlementaria
  • Profil
  • Aneka
  • Wisata
  • Home
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Kesehatan

Wed16092026

Last updateWIB3_WedAMWIBE_September+0700RSepAMWIB_0AMthWIB1789522103+07:00WedAMWIBE

Pemerintahan

Karnaval Budaya HUT Kuningan ke-528 Meriah

Karnaval Budaya HUT Kuningan ke-528 Meriah

Kuningan Terkini- Helaran Karnaval Budaya Hari Jadi ke-528 Kuningan bertajuk Tumapak ka Jaman Baheula, Napak Tilas Kuningan berhasil menyedot antusiasme luar biasa dari ribuan warga yang tumpah ruah ke jalanan, Minggu (13/9/2026). Dari replika Kuda Putih hingga atraksi kolosal lintas zaman, helaran ini menjelma jadi tontonan sekaligus tuntunan yang menghidupkan kembali akar sejarah daerah.

Karnaval berlangsung semarak selama kurang lebih lima jam tanpa jeda. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan menampilkan berbagai atraksi, kostum megah, kesenian tradisional, replika budaya, hingga tema-tema sejarah Kuningan yang dikemas secara kreatif.

Rangkaian helaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran instansi daerah, TNI-Polri, pelajar, organisasi masyarakat, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga perwakilan kecamatan. Berbagai penampilan disuguhkan dalam sejumlah kelompok tematik. Salah satunya mengangkat perjalanan sejarah Kuningan mulai dari masa pra-sejarah, masuknya Hindu-Buddha, masuknya Islam, masa kolonial Belanda, perjuangan kemerdekaan dan Perundingan Linggarjati, hingga masa kemerdekaan.

Peserta lainnya menampilkan beragam kekayaan seni dan budaya, seperti replika Kuda Putih, alunan angklung, kisah kerajaan Saunggalah, Kesultanan Kasepuhan dan Kanoman, kostum Nusantara, serta aneka kreasi inovatif dari pelajar, perguruan tinggi, dan komunitas.

Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. mengatakan, helaran budaya ini tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan sejarah dan budaya Kuningan sebagai pijakan menuju masa depan.

“Tradisi adalah akar, budaya adalah jati diri,” ujar Dian saat melepas rangkaian Helaran Budaya Kuningan.

Menurutnya, masyarakat Kuningan harus mampu mengikuti perkembangan zaman dan bergerak menuju kemajuan, namun tetap menjaga nilai-nilai sejarah, tradisi, dan budaya yang menjadi identitas daerah. “Hari ini kita mencoba mengingat kembali masa lalu untuk ditepatkan jalan sebagai masa depan,” pungkasnya.(gg)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing