Pemerintahan

Dishub Ajak Siswa Jadi Pelopor Keselamatan Lalin

Kadishub Kuningan, Drs Jaka Chaerul didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengujian Kendaraan Bermotor (UPTD PKB) Dishub Kuningan, Sukirman

Kuningan (KaTer) - Kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan sepertinya tengah genjar dilakukan. Target pembinaan bukan hanya merangkul dari pihak organda seperti para pengemudi angkutan umum saja, namun dengan memprioritaskan para pelajar sekolah.

Kadishub Kuningan, Drs Jaka Chaerul didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengujian Kendaraan Bermotor (UPTD PKB) Dishub Kuningan, Sukirman kepada KaTer, Rabu (28/5/2014) mengatakan, pertimbangan mengajak para siswa menjadi pelopor keselamatan di jalan raya, karena sebagian besar kecelakaan didominasi oleh kendaraan roda dua (sepeda motor), dan tak sedikit pengguna sepeda motor diantaranya masih berstatus pelajar.

“Dengan adanya kegiatan sosialisasi Pembinaan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), sangat banyak manfaat yang diperoleh ketika dilakukan bersama para pelajar. Selain itu juga diharapkan agar dapat menekan tingginya angka kecelakaan juga diharapkan dapat menyadarkan anak-anak pelajar agar senantiasa berhati-hati dalam berlalulintas,” katanya.

Pembinaan keselamatan LLAJ ini kata Jaka, bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para siswa tentang pentingnya keselamatan di jalan. Materi yang diberikan oleh setiap narasumber memuat tentang pentingnya seorang siswa menjadi pelopor keselamatan lalu lintas.

“Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, perlu kepedulian bersama pula untuk menjaga ketertiban di jalan raya. Kita akan terus melakukan kegiatan serupa untuk menggalakkan kesadaran berlalu lintas kepada warga masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan pembinaan ini diikuti oleh sejumlah sekolah di Kuningan, baik sekolah negeri maupun swasta. Diantaranya, SMK Pertiwi Kuningan, SMK Yamsik Kuningan, SMA Muhammadiyah Cigugur, SMA N 1 Cigugur, SMA N 1 Ciawigebang, SMA Patriot dan sejumlah sekolah menengah lainnya. Secara teknis, pemberian materi pembinaan bukan hanya dari Dishub, akan tetapi melibatkan kepolisian sebagai pihak yang mempunyai kewenangan di jalan raya sebagai petugas Satlantas.

“Para kepala sekolah juga menyambut baik terkait sosialisasi dan pembinaan yang dilakukan oleh kami. Karena, pihak sekolah juga tidak ingin peserta didiknya menjadi korban akibat musibah kecelakaan dalam berlalu lintas,” pungkasnya.(AND)


Fishing