Kuningan (KaTer) - Jalan Surdirman yang rencananya diberlakukan satu arah pada tanggal 1 Juli lalu, batal dilaksanakan. Hal ini akibat adanya aksi penolakan dari para kusir delman yang biasa mangkal didepan RS’45. Mereka keberatan dengan diberlakukannya jalur satu arah dengan alasan penumpang berkurang.
Selain itu, belum rampungnya pembangunan Pasar Baru Kuningan menjadi salah satu penyebabnya. Jalan alternatif yang biasa digunakan pengendara ketika melintas belum bisa dilewati. Ketika harus memutar arah ke Jalan Aruji, para kusir delman keberatan. Begitu juga para pengendara lainnya.
Saat dikonfirmasi, Kadishub Kuningan Drs Jaka Chaerul kepada KaTer menuturkan, Kamis (3/7/2014), demi kebaikan semuanya, rencana diberlakukan jalan satu arah dibatalkan. Sebenarnya, Dishub sudah menurunkan personil untuk mengatur jalan satu arah. Namun, ternyata terjadi aksi penolakan dari kusir delman. Bahkan mereka mengancam melakukan demo besar-besaran.
“Selain itu, penyebab pemberlakuan satu arah dibatalkan ini, karena pengerjaan jalan di kawasan pasar baru belum kelar,” katanya.
Berdaraknan informasi yang diperoleh kata Jaka, pembangunan Pasar Baru akan kelar pada bulan Agustus. Apabila sudah beres, mau tidak mau harus diberlakukan satu arah karena demi mengatasi kemacetan.
“Untuk saat ini, melihat kondisi dan keadaan, untuk sementara diperbolehkan dua arah. Namun, pada saat pembangunan pasar sudah beres, mau tidak mau semua harus taat aturan tak terkecuali untuk delman,” tegas Jaka.
Sementara itu, Hasan salah seorang kusir delman menginginkan, pemberlakuan dua arah selamanya seperti semula. Sebab, kalau satu arah itu dapat merugikan kendaraan delman yang harus menepuh jarak lebih jauh sedangkan ongkos sama saja.
“Penyebab macet sebenarnya adalah angkot yang sembarangan berhenti. Dengan kondisi ruas jalan yang sempit, mereka berhenti sembarangan sehingga membuat macet setiap hari,” pungkasnya.(AND)