Kuningan (KaTer) - Berdasarkan data yang diperoleh DTRCK bersama Dinas Kesehatan, sedikitnya 40 persen desa di kuningan masih kekurangan sanitasi. Umumnya, didesa-desa terpencil, persediaan air bersih dan sarana MCK nya masih kurang serta perilaku masyarakatnya masih buang air di sembarang tempat.
Kepala seksi air bersih dan lingkungan Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Ir. Eka Mulyaman mengatakan, untuk memperbaiki sistem sanitasi atau pembudayaan hidup bersih, yaitu dengan mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran atau bahaya buangan limbah lainnya. Setiap tahun 4 desa di kuningan mendapat bantuan perbaikan sanitasi berupa pembangunan MCK.
“Mulai dari tahun 2010, bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) sanitasi, setiap tahunnya 4 desa di kuningan mendapatkan bantuan untuk pembangunan MCK masing-masing 270 juta dengan system swakelola masyarakat,” katanya, Selasa (8/7/2014).
Penyediaan sanitasi yang layak ini lanjut Eka, merupakan pelaksanaan program nasional Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dengan tujuan meratanya sanitasi yang baik di seluruh daerah. Tahun ini, 4 desa yang mendapatkan program ini adalah, Desa Hantara, Padahurip, Pamupukan, dan Wanasaraya.
“Mudah-mudahan, dengan program percepatan ini target seluruh desa di Kuningan yang bersanitasi buruk terutama desa terpencil bisa memiliki sarana sanitasi yang layak,” jelasnya.(Nona Rizky)