Kuningan Terkini - Ditengah euforia peringatan Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke 516, masih banyak warga pinggiran yang merasa pembangunan didaerahnya kurang merata. Salah satunya dirasakan oleh warga Desa Cipakem, Kecamatan Maleber. Mereka meminta kepada Bupati Kuningan, Utje Ch Suganda, dapat meneruskan kesuksesan suaminya Aang Hamid Suganda, dalam membangun Kuningan.
Pantauan Kuningan Terkini, jalan desa yang menghubungkan antara Desa Maleber dengan Desa Cipakem, bahkan sebagai jalur alternatif yang menghubungkan 3 Kecamatan yaitu Maleber, Subang dan Cilebak, sangat sulit dilewati. Selain memiliki jalan yang sempit dan berliku, tampak pula lubang dan bebatuan krikil yang menggantikan aspal sebagai dasar jalan. Selain didaerah Maleber, 2 titik jalur yang memiliki jalan rusak berat terdapat di Kecamatan Ciniru dan Jalur Kecamatan Darma menuju Subang dan Cilebak.
Anggota BPD Desa Cipakem, Ato Sugiarto, menyampaikan harapan warganya yang begitu besar terhadap perbaikan jalan ditengah ulang tahun Kabupaten Kuningan.
“Kami tidak meminta banyak kok kepada pemerintah Kuningan. Kami tidak minta uang, kami tidak meminta hal yang neko-neko. Cukup kami meminta perbaiki jalan desa kami, agar bisa terhubung lebih cepat hingga ke perkotaan,” tutur pria yang berprofesi sebagau guru honorer ini.
Pria yang pernah bekecimpung dalam dunia Aktivis mahasiswa, menepis pula jawaban yang kerap disampaikan oleh pemerintah daerah yang beralasan bahwa karena tanahnya memiliki tanah yang labil, hingga membuat sulit untuk di aspal secara baik.
“Daerah kami ini sangat jauh dari mana-mana, tapi alasan kalau tanah labil hingga akhirnya pembangunan jalan itu dilupakan, itu yang saya rasa tidak adil,” ungkapnya. (DHE)