Politik

GMPI Minta Dana Aspirasi Ditunda

Maksum Madrochim

Kuningan (KaTer) - Sekjen Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI), Maksum Madrochim meminta agar Dana aspirasi anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Kuningan ditunda. Menurutnya, dana aspirasi tersebut dikhawatirkan akan mengundang reakasi dari sejumlah kalangan di masyarakat.

“Dalam tahun politik saat ini, sebaiknya program dana aspirasi yang biasa digulirkan dan menjadi kewenangan anggota dewan untuk melakukan penunjukan lokasi kegiatan pembangunan itu di hentikan,” kata Maksum kepada KaTer, Minggu (2/3/2014).

Keberadaan dana aspirasi tersebut kata Maksum, tidak baik bagi para kontestan dalam mengikuti pesta demokrasi kelak. Apalagi dana aspirasi memiliki nilai nominalnya itu relative besar.

“Dulu, dana aspirasi itu pernah mencapai 50 juta per anggota, terus naik menjadi 100 juta, naik lagi menjadi 200 juta. Dan tahun 2014 ini. Dana aspirasi ini mencapai 300 juta. Nominalnya sangat besar untuk anggota banggar dan pimpinan dewan,” ungkap Maksum.

Untuk itu sambung Maksum, Ia berharap pemerintah melalui pejabat eksekutif memperhatikan suara masyarakat. Karena, caleg non incumbent pun merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan keadilan.

“Demi menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Sebaiknya pesta demokrasi itu harus dilangsungkan apa adanya, hingga tidak merugikan non incumbent," terangnya. (DHE)


Fishing