Kuningan (KaTer) - Belum lama ini, Anggota Komisi III DPR RI, Drs Muhammad Nurdin MM bersama rombongan yang berjumlah sekira 15 orang melakukan ziarah ke makam Bung Karno di kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanawetan kota Blitar, Jawa Timur. Sebelum berdoa, Nurdin bersama rombongan memberikan penghormatan dan menaburkan bunga diatas pusara proklamator kemerdakaan RI, Ir Soekarno.
Menurut Nurdin, Bung Karno terkenal sebagai pemuda cerdas, gagah, dan pemberani dan selalu menginspirasi generasi penerusnya. Bung Karno selalu mengajak generasi penerus bangsa untuk berjuang melanjutkan kemerdekaan bangsa ini. Generasi muda harus bertanggung jawab atas kemajuan bangsanya.
"Bangsa ini harus memiliki identitas diri dengan memperkuat ideologi dan system ketatanegaraan. Jika kita tidak memiliki identitas diri sebagai bangsa, bagaimana produk anak-anak kita ke depan nanti,” kata caleg PDI Perjuangan dengan nomor urut 1 dapil X (Kuningan, Ciamis, Banjar) menjelaskan, Minggu (2/3/2014).
Bung Karno sambung Nurdin, dalam setiap pidatonya sering mengangkat pemuda dengan slogan-slogan, seperti Untuk Menghancurkan Suatu Bangsa, Jauhkan Generasi Mudanya Dengan Sejarah Bangsanya, Matinya Generasi Muda Adalah Matinya Suatu Bangsa. Slogan-slogan ini membuat semangat pemuda terhentak berteriak untuk membangun negeri.
“Berikan aku sepuluh pemuda maka aku akan menggoncangkan dunia,” terang Nurdin membacakan salah satu slogan yang dibuat mantan Presiden RI pertama.
Ayahanda Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarno Putri ini telah menginspirasi banyak orang, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seantero dunia. Kemerdekaan bangsa ini merupakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sejarah bangsa ini, tidak terlepas dari sejarah Bung Karno.
“Meskipun Bung Karno telah wafat, namun pemikiran dan jasa-jasanya tidak ikut terkubur. Pemikiran dan jasa besarnya tetap dirasakan sampai hari ini. Jasad boleh terkubur, tapi pemikiran dan perjuangannya harus tetap dilanjutkan,” terangnya.
Diakhir perbincangan, Nurdin menegaskan, dalam membangun negara harus mengumandangkan kiat berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dibidang budaya. “Demikian kalau kita ingin mewujudkan Indonesia Hebat,” tegasnya.(j’ly)