Politik

Ngko: Kepentingan Rakyat Harus Diutamakan

Ika Fatwatika

Kuningan (KaTer) - Banyaknya caleg incumbent dan caleg yang sudah senior di dapil ‘neraka’ (Dapil 1 Kunigan, red), tidak menyurutkan langkah caleg Muda Nasdem Kuningan, Ika Fatwatika untuk bersaing menuju Ancaran. Caleg muda dengan nomor urut 8 ini tetap gigih dan penuh semangat melakukan berbagai terobosan untuk Kuningan lebih baik.

Keberanian pengusaha muda ini maju sebagai caleg DPRD Kuningan Bukan tanpa alasan. Menurutnya, berbuat untuk merubah system pemerintahan yang lebih baik, maka ia harus masuk ke dalam system. Hal ini tidak bisa dilakukan diluar, baik itu dengan cara mengkritik maupun dengan melakukan aksi demo, karena sepedas apapun kritik yang disampaikan belum tentu merubah system yang ada.

“Jika kita tidak terlibat dalam sistem pemerintahan, kita tak bisa berbuat banyak untuk memikirkan nasib dan kepentingan masyarakat yang lebih banyak,” kata Ngko sapaan akrabnya kepada KaTer, Senin (31/3/2014).

Sebelumnya kata Ngko yang saat ini menjabat sebagai sekretaris DPD Partai Nasdem Kuningan, tidak terpikirkan untuk mencalonkan diri. Namun, karena desakan dan permintaan sejumlah tokoh masyarakat juga keluarga, ini menjadi salah satu pertimbangan dan motivasi untuk maju dan terjun dibidang politik.

“Ada syarat yang disampaikan keluarga, jika terpilih menjadi anggota Dewan, tidak boleh melakukan korupsi dan harus mengutamakan kepentingan rakyat,” ucapnya.

Terkait dengan caleg lainnya yang berada di dapil 1 Kuningan sambung Ngko, seluruh caleg memiliki kesempatan yang sama. Visi dan misinya bagus untuk meraih simpati masyarakat agar memilihnya dan cenderung ideal. “Namun menurut saya, yang terpenting adalah bagaimana caleg itu ketika sudah terpilih, bisa menjadi saluran aspirasi warga yang telah menentukan pilihannya,” terangnya.

Lebih jauh Ngko mengatakan, dewasa ini, politik menjadi pembahasaan yang tidak menuai kebosanan bagi para pengamat, baik itu persepektif masyarakat atau pendapat para akademisi tentang politik. Pendapat yang beragam menimbulkan kesimpulan yang berbeda-beda.

“Politik itu adalah kotor dan busuk, begitulah ucapan masyarakat yang muak dengan kedatangan para politisi, ketika musim pemilihan datang kepada masyarakat. Padahal, bukan politikya yang kotor tapi oknum yang berada di dalamnya,” pungkasnya.(j’ly)


Fishing