Politik

FPH Siap Bela Caleg Terdzolimi

Para caleg berkumpul di Puri Asri 2 mengganti nama forum sekaligus menunjuk ketua forum kemarin

Kuningan (KaTer) - Sejumlah politisi dari lintas partai mengadakan pertemuan di Perumahan Puri Asri 2, tepatnya berlokasi di rumah politisi Partai Bulan Bintang PBB, Dadang Hermawan. Hal itu terkait tentang pembentukan forum dalam merumuskan penegakan hukum terkait indikasi penyimpangan dalam penyelenggaraan Pileg pada Pemilu 2014. Forum yang disepakati itu bernama Forum Penegakkan Hukum (FPH).

“Kalau saya itu sebatas orang yang didatangi para caleg, karena merasa dirugikan dengan banyak indikasi dugaan praktek kecurangan. Kalau memang ada data ya saya siap. Nanti akan disiapkan pengacaranya tanpa harus ada pungutan bayaran,” tegas politisi dari PBB, Dadang Hermawan kepada KaTer, Rabu (16/4/2014).

Menurut politisi yang pernah mengikuti diklat di Graha MK (Mahkamah Konstitusi) itu, pertemuan dikediamannya dilakukan lantaran saat berencana akan berkumpul di Posko Nasdem dibatalkan. Akhirnya, sejumlah politisi dari lintas partai seperti caleg Nana Rusdiana, KH Ajieb Ma’aly dan Edi Nugraha dan lainnya berkumpul.

“Tadi itu sudah ada puluhan caleg yang datang ke Posko Nasdem. Tapi karena digembok, terpaksa kita pindah kesini,” katanya.

Ditambahkan salah seorang caleg dari PKPI, Edi Nugraha dengan tegas sepakat untuk membentuk Forum Penegakkan Hukum. Pembentukan forum ini guna menepis anggapan bahwa keanggotaan forum terdiri dari para caleg barisan sakit hati.

“Forum ini merupakan forum yang ingin menegakkan hukum dan keadilan,” tandas Edi Nugraha yang kala itu diangkat sebagai Ketua Forum Penegakan Hukum.

Dia menjelaskan, setelah terbentuk forum berikut struktur kepengurusannya, langkah selanjutnya akan mengumpulkan data. Para caleg yang memiliki data akurat dan merasa dirugikan, silakan serahkan datanya kepada pihak Forum Penegakan Hukum.(AND)


Fishing