Politik

Ini Kata Hasyim Muzadi Soal Mahfud MD

KH Hasyim Muzadi

Kuningan (KaTer) - Mantan Ketum PBNU, Hasyim Muzadi mengakui Said Aqil dan Mahfud bisa membawa massa NU ke Prabowo. Meski begitu, ia juga yakin sebagian massa NU yang lain akan memberikan dukungan untuk Jokowi-JK. Apalagi, Jusuf Kalla merupakan kader NU tulen.

“NU itu menganut politik kebangsaan dan keumatan. Bukan politik kepartaian. Jadi kita plih presiden yang dilihat dari kepribadiannya. NU juga tidak bisa mengarahkan suara massanya. Sehingga semua warga Nahdliyin bebas menentukan pilihannya,” kata Hasyim.

Hasyim juga menjelaskan kronologi loncatnya Mahfud MD ke kubu prabowo. Menurutnya, sewaktu pileg ia meminta Mahfud MD untuk mendukung PKB dan menjadi bakal Capres dari partai besutan Muhaimin Iskandar. Lalu ia mengajak Mahfud untuk dikenalkan kepada Tokoh NU lainnya.

“Saya ajak dia keliling. Saya agung-agungkan Mahfud sebagi tokoh NU yang pantas jadi capres,” ujarnya.

Lalu Mahfud disodorkan untuk mendampingi Jokowi menjadi cawapres. Namun, ternyata Jusuf kalla lebih dipilih untuk mendampingi Jokowi ketimbang Mahfud.

“Disitu Mahfud kecewa berat dan menyalahkan PKB yang dinilai tidak serius mengusngnya menjadi capres,” ungkapnya.

Mendengar Mahfud yang sudah kecewa kepada PKB, Mahfud lalu dihubungi Prabowo untuk menjadi tim suksesnya. Namun, sebelum menyatakan setuju tidaknya, Mahfud menghadap dulu kerumah Hasyim untuk meminta pertimbangan.

“Mahfud menghadap saya dulu. Habis itu saya ketemu Pak JK. Saya minta kepada pak JK untuk mengakomodir Mahfud sebelum dia dibenturkan kepada kita. Lalu pak JK akan membicarakannya dengan yang lain,” ucapnya.

Namun sebelum ada keputusan dari JK, Mahfud sudah menyatakan diri saat konferensi pers menjadi Ketua Timses Pemenngan Prabowo-Hatta. (DHE)


Fishing