Kuningan Terkini - Pasca putusan DPP PDI Perjuangan yang hanya meloloskan lima kader PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan pada ajang Konferensi Cabang PDI Perjuangan mendatang, Nuzul Rachdy kembali bereaksi. Pasalnya, dirinya tidak kembali lolos dalam daftar kelima bakal calon Ketua PDI Perjuangan tersebut.
Reaksi Zul memuncak kala ada dua nama dari lima balon ketua DPC PDIP Kuningan yang sebelumnya lolos kemudian dicoret, namun nama Zul tidak kembali masuk dalam nominasi daftar balon tersebut. Justru dua nama pengganti yakni Elly dan Dede, terbilang kader junior apabila dibandingkan dengan Nuzul Rachdy. Bahkan khusus M Toha, saat ini beraktivitas sebagai staf Fraksi Restorasi PDI Perjuangan DPRD. Namun Toha berhasil mengalahkan Nuzul Rachdy yang notabene menjabat ketua fraksi.
Saat dikonfirmasi KaTer, Minggu (25/1/2015), Nuzul Rachdy terkesan membenarkan. Dia mengakui namanya tidak masuk lima besar meski ada pencoretan terhadap dua nama balon, Elly dan Dede. Sebagai penggantinya, muncul nama Iwan Herlambang (mantan anggota dewan) dan M Toha (wakil sekretaris DPC).
“Informasinya begitu, dari lima nama yang sebelumnya muncul, ada pencoretan terhadap dua nama. Tapi kemudian nama penggantinya Iwan Herlambang dan M Toha,” ucapnya.
Nuzul Rachdy menganggap, bahwa hal itu sudah menjadi keputusan partai. Namun baginya, penilaian partai dianggap subjektif. Pihaknya masih menunggu jawaban protesnya ke DPP mengingat keputusan atas lima besar tersebut merupakan keputusan DPD.
“Pada kompetisi sekarang, sudah barang tentu saya bereaksi. Beda halnya ketika saya berkompetisi dengan Rana (Rana Suparman) untuk posisi ketua DPRD, saya kan tidak bereaksi karena saya dan Rana setara dalam jenjang kekaderan,” jelasnya.
Pada pertarungan kali ini kata Zul, bisa dikatakan 1 lawan 4. Sebab yang benar-benar bertarung hanyalah Tresnadi melawan empat balon lainnya. Lain soal ketika sudah ditentukan 3 besar dan ternyata nama Tresnadi dicoret, maka tidak akan pertarungan.
“Ya kalau Tresnadi dicoret, wassalam. Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, skenarionya kan sudah terbaca,” tukasnya.
Sementara itu, saat meminta keterangan kepada Rana Suparman yang ditemui di ruang kerjanya menuturkan, sebelum muncul nama baru balon yang lolos 5 besar, pada saat itu DPC telah menjaring 7 nama. Mulai dari Acep Purnama, Rana Suparman, Nuzul Rachdy, Tresnadi, Apang Sujaman, Iwan Herlambang dan M Toha.
“Tapi 7 nama ini bukan berarti menyisihkan sisa dari 12 nama hasil penjaringan PAC dan Ranting,” singkatnya.(AND)