Politik

Yanuar Sosialisasikan 4 Pilar

Sosialisasi 4 pilar

Kuningan Terkini - Anggota DPR RI dapil Jabar X, H Yanuar Prihatin dari PKB melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tuggal Ika. Kegiatan itu berlangsung di Aula GOW Kuningan, Jumat (10/7/2015). Yang berbeda, kali ini Yanuar memutar film dokumenter perjuangan bangsa Indonesia di masa perjuangan sang proklamator Indonesia, Presiden RI pertama Soekarno dalam merebut kemerdekaan.

“Sosialisasi merupakan kegiatan yang biasa dilakukan anggota DPR RI, namun dengan konsituen yang berbeda. Kali ini, kita memutar film dokumenter Bung Karno yang berkapasitas sebagai pemimpin Indonesia,” ucap Yanuar kepada KaTer usai sosialisasi 4 Pilar.

Menurutnya, pemutaran film tersebut salah satu bentuk sosialisasi 4 Pilar yang dikemas dengan perjuangan-perjuangan Bung Karno pada masanya, dengan dibantu ulama dan kyai-kyai NU. Sebab, dulu sewaktu Bung Karno berjuang selalu ada koordinasi dengan kyai-kayi NU berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Sebab, Bung Karno dalam momen-momen besar itu tidak berani untuk meninggalkan para ulama. Termasuk ketika resulasi jihad, bagaimana Bung Karno meminta kepada Kyai-kyai NU agar hukumnya seperti apa dalam melawan penjajah Inggris yang datang,” ujarnya.

Dirinya menilai bahwa saat itu, Bung Karno tidak bisa untuk memberikan pendapatnya soal agama dan hanya kalangan Kyai yang bisa memberikan pendapat agama.

“Indonesia tidak bisa berdiri tanpa kyai. Ini sejarah yang banyak dilupakan orang, bahwa Indonesia itu berdiri dipertahankan kedaulatannya di draft awal itu karena peran kyai dan para ulama,” jelasnya.

Yanuar juga mengajak, peserta yang hadir untuk berdiskusi mengenai penerapan empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pentingnya empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama generasi muda yang harus memahami dan didorong menerapkan empat pilar kebangsaan itu sehingga muncul kesadaran akan cinta tanah air.

“Bung Karno dengan para kyai NU itu dekat, luar biasa dekatnya. Indonesia tidak bisa berdiri tanpa kyai dan para santri,” pungkasnya.(AND)


Fishing