Kuningan (KaTer) - Sejumlah awak media baik lokal maupun nasional melakukan aktifitas mendaki gunung yang diselenggarakan Komunitas Pecinta Gunung Kuningan tepatnya di kawasan Gunung Ciremai, Selasa (27/5/2014). Kegiatan alam yang diikuti oleh sejumlah wartawan baik cetak maupun ektronik mengajak terhadap lapisan masyarakat untuk peduli lingkungan khususnya alam di kawasan Ciremai.
“Saya prihatin dengan keadaan alam Ciremai yang saat ini banyak terdapat sampah non organik. Entah itu disengaja atau tidak dilakukan oleh manusia, tapi sangat tidak mencerminkan cinta terhadap alam Ciremai,” kata salah seorang pendaki dari reporter TV stasiun, Syamsudin usai mendaki Gunung Ciremai.
Syamsudin yang kerap disapa Samjep menuturkan, terlepas dalam mengikuti event Gerakan Sapu Gunung (GSG) ke III tahun 2014, Ia dan rekan wartawan lainnya berharap lapisan masyarakat bisa menjaga dan melestarikan lingkungan dan alam sekitar. Tak terkecuali kawasan Ciremai yang kini menjadi pengikat para pencinta alam dari dalam maupun luar daerah.
“Zonasi Ciremai menjadi objek wisata para pencita alam. Namun, keberadaannya memiliki banyak cerita yang beraneka ragam. Apalagi ketika masa kemerdekaan bangsa indonesia pada jaman dahulu yang menurut cerita pernah menjadi tempat pergerakan kemerdekaan. Sehingga ada istilah pagar betis (pagar orang) yang mengelilingi gunung,” katanya.
Sementara salah seorang panitia pemandu pendakian, Nanang Magrib mengapreasiasi terhadap kalangan jurnalis yang turut serta aktif melakukan penjagaan dan pelestarian terhadap lingkungan alam. Salah satunya yakni mengikuti pendakian dengan konsep GSG dalam membersihkan sampah yang ada di kawasan Gunung Ciremai.
“Jumlah peserta GSG memang terbagi dalam dua kategori, reguler dan non reguler. Seluruh peserta memiliki tanggungjawab dan kesadaran dalam melestarikan lingkungan alam dari kotoran sampah non organik.(AND)