Wisata

Kontes Anjing Pemburu Banjir Penonton

Konter ketangkasan anjing pemburu.

Kuningan Terkini, Bandung - Ajang ketangkasan anjing pemburu babi hutan yang digelar Sabtu – Minggu (26-27/12/2015) di kalang Pasir Angin Ciporeat Kabupaten Bandung, dibanjiri ribuan penonton. Kegiatan yang digelar SSC (Satuan Satwa CADAS) dan HIPARU (Himpunan Pelestari Anjing Pemburu) diikuti sedikitnya ratusan anjing pemburu yang sudah terlatih.

Ketua HIPARU, Nurhadi disela-sela memantau jalannya kontes menjelaskan, kontes ketangkasan anjing pemburu sekaligus deklarasi HIPARU bertujuan agar menggiatkan kembali para pelestari dan pecinta anjing kampung yang hampir punah. Selain itu, keterampilan dan kepekaan anjing pemburu untuk membasmi hama babi hutan yang suka ngagalaksak tatanen petani di Jawa Barat makin terasah.

“Kegiatan ini juga ajang silaturahmi bagi petani atau pemilik anjing kampung. Bila tak kita kembangkan anjing kampung atau mongrel bisa punah. Apalagi sekarang banyak dibeli orang luar pulau Jawa”, kata Nurhadi menjelaskan.

Hari pertama kontes diikuti 110 anjing kategori ras (satu ekor anjing vs satu bagong). Untuk kategori perang bintang (star wars) diikuti 10 peserta. Pemenangnya, Hendrik dengan anjing Roky. Ia menyabet hadiah sepeda motor Honda Beat. Sisa kategori lainnya, memperebutkan domba dan trophy.

“Kategori anjing ras masih digelar dengan tujuan, perlahan pemiliknya beralih ke anjing kampung. Sekarang, mereka sudah mulai memeli. Harganya pun mulai naik”, tambah Dik Dik, Ketua penyelenggara SSC & HIPARU Cup 2015. Hari ke dua, digelar kelas Priangan (Kampung) yang aturannya khas (3 ekor anjing vs 1 bagong), ini diikuti 10 tim (grup).

Juara l dimenangkan Trio Goggog Mona, John, dan Macan, milik Agus dari Singapar, Tasikmalaya. Juara ll digondol Tiga Gogog Bule, Ceking, dan Lasun, milik Kartika (H. Asep Emo) Sumedang. Sedangkan juara lll dimenangkan oleh “Tiga Doggy” Ucil, Avatar, dan Jack, milik Tim Jerman dari Bandung.

“Teu nyangka bakal kompak ini tiga anjing yang rajin membasmi bagong di hutan Bandung Selatan,” kata pemilik anjing kampung juara ke tiga yang roman mukanya tampak bungah.

Kelas lainnya di hari kedua yakni Slayangan (campuran), aturannya juga khas (2 ekor anjing vs 1 bagong). Juara l digondol “Duet” Eagle dan Messy dari Kartika Grup milik H Asep Emo asal Sumedang. Juara ll disabet “Duo Doggy” Kicik dan Pito dari Grup H Ocid asal Leles – Garut. Juara lll dilibas “Compact Duo” Messy dan Miras dari Kartika Grup milik H Asep Emo asal Sumedang.

Daerah Ciporeat atau Kalang Pasir Angin sekitar 3 Km di sebelah utara Alun-alun Ujungberung Bandung lewat Jl. Nagrog, yang biasa sepi, dua hari ini ramai. “Gairah ekonomi warga pun mendadak bangkit,” tutur Eman (36) warga Ciporeat Kab. Bandung selaku tuan rumah pada kontes ini.

Kontes ini kata Eman, rencananya mau tiga bulan sekali digelar. “Entah disini atau tempat lain,” pungkas Eman sembari membereskan warung dadakannya yang ludes terjual di hari pertama dan kedua. (Harri Safiari – Shahadat Akbar)


Fishing