Hukum

Permohonan SKCK Meningkat

Petugas di Mapolres Kuningan saat melayani pemohon SKCK yang membludak.

Kuningan (KaTer) - Dalam seminggu terakhir ini, permohonan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Kuningan meningkat. Kepolisian disibukkan dengan permohonan pembuatan SKCK, sejak pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA belum lama ini.

Meski jumlah pemohon pembuatan SKCK meningkat dibandingkan hari biasanya, petugas polisi tetap mengupayakan semaksimal mungkin pelayanannya. Petugas Kepolisian dan pegawai administrasi di Polres Kuningan terpaksa bekerja ekstra dan harus kerja lembur.

“Seiring dengan diumumkannya kelulusan UN tingkat SMA, sejak seminggu terakhir ini permohonan pembuatan SKCK meningkat. Petugas yang melayani SKCK harus bekerja ekstra,” kata Kepala SPK Polres Kuningan Ipda Harminal Marnis kepada KaTer saat ditemui di ruang kerja Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Kuningan, Jumat (30/5/2014).

Menurutnya, yang mengurus SKCK ini mayoritas siswa lulusan setingkat SMA untuk keperluan melamar kerja dan meneruskan pendidikan. Jumlah pemohon SKCK kali ini mencapai 150 orang, padahal sebelumnya hanya berkisar belasan hingga puluhan orang saja.

“Para pemohon merupakan pemohon baru. Mereka memiliki kepentingan beragam setelah menyelesaikan tingkat SMA. Rata-rata pemohon untuk memenuhi persyaratan melamar kerja, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau ada juga untuk keperluan pendaftaran Bintara Polri dan TNI saat itu,” ucapnya.

Ipda Harminal Marnis menyarankan, bagi masyarakat yang ingin mengurus SKCK kiranya dapat membawa surat keterangan atau pengantar dari pemerintah setempat dari mulai RT, RW, Desa atau Kelurahan serta diketahui oleh Camat dan Polsek. Selanjutnya, pemohon bisa mengisi formulir riwayat hidup yang telah disediakan oleh kantor polisi dengan jelas dan benar.

“Selain itu, pemohon juga harus melakukan pengambilan sidik jari yang dilakukan oleh petugas polisi,” terangnya.

Sementara salah seorang pemohon SKCK, Mey Agustin yang juga baru lulus dari SMK Bina Swasta Kuningan mengaku baru pertama kali membuat SKCK. Ia membuat SKCK sebagai syarat untuk mengikuti seleksi perekrutan karyawan sejumlah perusahaan yang akan dilaksanakan di sekolahnya.

"Saya ingin ikut seleksi perekrutan tenaga kerja yang akan diselenggarakan di sekolah. Salah satu syarat untuk bisa ikut seleksi adalah harus melampirkan SKCK," singkatnya.(AND)


Fishing