Kuningan Terkini - Untuk mencegah masuknya paham radikalisme di wilayah Kabupaten Kuningan, Kodim 0615 Kuningan bersama MUI Kuningan siap bersinergis berperang melawan paham-paham radikal. Hal ini diwujudkan dalam momentum silaturahmi yang dilakukan jajaran MUI Kuningan ke Makodim 0615 Kuningan belum lama ini.
Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf Arief Hidayat didamppingi Kasdim 0615 Kuningan Mayor Inf Bambang Semiana, menerima langsung kunjungan MUI Kuningan yang dipimpin langsung Ketua MUI Kuningan, KH Abdul Aziz Anbar Nawawi beserta pengurusnya. Agenda tersebut juga membahas soal pertahanan keamanan, serta konflik agama yang dapat mengganggu kondusifitas Kuningan.
“Kami siap membantu, apalagi untuk menjaga kondusifitas kabupaten Kuningan dari ancaman luar, karena itu sudah menjadi tugas kami dalam menjaga Kuningan agar tetap kondusif,” ucap Dandim 0615 Kuningan Letkol Inf Arief Hidayat kepada awak media usai pertemuan tersebut, Selasa (19/1/2016).
Bahkan, pihaknya menyambut baik kedatangan Ketua MUI beserta jajarannya ke Makodim Kuningan. Kedepannya, apabila Kodim akan melaksanakan kegiatan keagamaan akan berkoordinasi dengan MUI Kuningan.
“Kami juga meminta kepada MUI, apabila ada kejadian mengenai keagamaan yang dapat mengganggu kondusifitas di Kabupaten Kuningan agar di koordinasikan atau di informasikan kepada Kodim 0615 Kuningan,” pintanya.
Sementara Ketua MUI KH Abdul Aziz menyampaikan, bahwa kegiatan silaturahmi sebetulnya sudah sejak lama direncanakan. Akan tetapi, baru kali ini bisa terlaksana karena Dandim 0615 Kuningan baru saja dilantik.
“Kami ingin ada kesamaan persepsi tentang permasalahan di Kabupaten Kuningan, agar MUI pada saat memberikan fatwa tidak ada kesalahan. MUI Kuningan bisa saling kerjasama dan saling tukar informasi, sebab di Kuningan banyak sekali ormas dan adanya ahmadiyah yang selalu diwaspadai,” terangnya.
Itu semua kata KH Aziz, perlu dilakukan agar kabupaten Kuningan tetap kondusif. Sebab, peran TNI di wilayah masyarakat sangat terasa. Apalagi, dengan adanya Babinsa itu khususnya dalam mencegah paham-paham radikal yang masuk ke Kuningan.(AND)