Kuningan Terkini - Sebagai antisipasi dini ancaman teror yang sulit diprediksi, baru-baru ini jajaran Polres Kuningan menggelar simulasi pengamanan markas yang dipusatkan di Markas Polres Kuningan Jalan RE Martadinata No 25 Kuningan.
Simulasi melibatkan seluruh kekuatan penuh baik dari Sat Intelkam, Sat Shabara, Satreskrim, Satlantas dan diikuti tiap Polsek di Kuningan.
Dalam simulasi itu, menceritakan penyerangan dengan menggunakan senjata api oleh teroris kepada unit SPKT, sebagaimana biasanya melaksanakan tugas pelayanan dan melakukan pemeriksaan terhadap semua tamu yang masuk ke lingkungan Mapolres Kuningan.
Pada akhirnya, terdengar dua kali suara letusan senjata api, yang ternyata datang dari sebuah mobil avansa warna hitam yang melintas didepan Mapolres. Tembakan tersebut mengarah ke ruang SPKT karena ada dua lubang bekas peluru pada kaca area ruang SPKT.
Mendapat informasi bahwa mobil avansa yang sesuai ciri-ciri di TKP penembakan, kendaraan tersebut melintas di daerah Caracas menuju Mandirancan, maka Kabag Ops memerintahkan perkuatan Mandirancan dan Pancalang untuk melakukan penghadangan dan pemasangan ranjau paku.
Didalam mobil ditemukan tiga orang pelaku yang posisinya terjepit badan mobil, berhasil diamankan berikut dua pucuk senjata api jenis pistol. Para pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Kuningan untuk diamankan.
Kapolres Kuningan, AKBP Jhony Iskandar melalui Kabag Ops Kompol Yanna Nurhadiatna mengaku, simulasi digelar setelah diberlakukannya siaga satu pasca terjadinya ledakan di Jakarta. Sebab, ancaman teror tidak bisa diprediksi waktu dan tempatnya, dan bisa terjadi kapan saja dimana saja termasuk di Kabupaten Kuningan.
“Jika bukan pelaku utama yang melakukan ancaman tersebut, bisa saja simpatisan yang ada di daerah dan hal itu sudah diantisipasi sejak lama oleh kepolisian. Simulasi digelar agar anggota terbiasa, sehingga timbul refleks dan instingnya saat ada panggilan luar biasa ketika terjadi suatu peristiwa,” ujarnya didampingi Kasat Shabara AKP Aji Setiaji kepada awak media, Selasa (26/1/2016).
Selain itu kata Yanna, pengamanan di tiap kecamatan juga dibagi menjadi empat zona, dengan masing-masing zona melibatkan tiga sampai empat polsek terdekat untuk saling membantu. (AND)