Kuningan Terkini - Banyak cara dilakukan dalam menyambut HUT Kuningan ke 518. Salah satunya dilakukan oleh Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Kepolisian Resor Kuningan. Sat Tahti menggelar shalat berjamaah dilanjutkan pengajian dan tausiyah serta doa bersama (Istighosah) di ruang tahanan Mapolres Kuningan dengan tetap dijaga ketat oleh petugas piket.
Kegiatan terobosan kreatif berupa siraman rohani bagi para tahanan yang sedang berada di rutan Polres tersebut, diikuti oleh Kasat Tahti Ipda Wawan Hernawan juga seluruh tahanan yang ada di rutan Polres, Rabu (31/8/2016) Malam.
Kepala Satuan Tahanan dan Barang Bukti Ipda Wawan Hernawan yang dikonfirmasi Kuningan Terkini menuturkan, kegiatan bimbingan rohani ini dilaksanakan usai shalat magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan pengajian dan tausiyah. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap rabu malam.
“Kedepan, selain pengajian tiap minggu pihaknya juga akan menggelar doa bersama (istighosah) setiap bulannya. Meski statusnya tahana, namun mereka juga tetap memiliki hak untuk beribadah, doa bersama ini juga sekaligus mempringati HUT Kuningan ke 518,” katanya.
Wawan yang pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Ciawigebang menambahkan, selain memberikan hak untuk beribadah, program tersebut juga sebagai upaya pembinaan mental agar mereka sadar akan segala perbuatan yang telah dilakukan.
“Istighosah ini sebagai bahan instrospeksi, masukan positif agar para tahanan berusaha tegar dalam menjalani segala cobaan serta membangun psikologis mereka agar tidak depresi,” ujarnya.
Diungkapkan Wawan, Tahti Polres Kuningan berusaha untuk memberikan kesiapan secara psikologis, diharapkan kepada para tahanan untuk bisa kembali dalam kehidupan sebenarnya ketika sudah keluar setelah menjalani masa hukumannya, maka harus disiapkan sejak dini agar penjara tidak lagi dipenuhi oleh orang-orang yang sebenarnya tidak ingin berbuat jahat, tapi situasi dan kesempatan yang menekan mereka untuk bertindak kejahatan.
“Tahanan atau narapidana hanyalah manusia biasa yang tak pernah lepas dari khilaf dan berusaha untuk mencoba merubah segalanya.” Pungkasnya (Gilang)