Aneka
Cuaca Ekstrem, 17 Pohon Tumbang dan Rumah Ambruk
- Details
- Published on Monday, 26 January 2026 10:35
- Written by Admin
- Hits: 1690
Kuningan Terkini- Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sejumlah kejadian bencana di wilayah Kabupaten Kuningan. Berdasarkan data sementara, tercatat 17 titik kejadian pohon tumbang yang tersebar di 17 desa, serta beberapa kejadian longsor dan rumah ambruk. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, Minggu (25/01/2026).
“Yang terlaporkan ke BPBD dan Damkar, ada 17 titik kejadian pohon tumbang. Kejadiannya tersebar di 17 desa, bahkan di satu desa ada yang sampai dua, tiga, hingga tujuh titik,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi akibat intensitas hujan dan angin kencang yang melanda wilayah Kuningan dalam beberapa hari terakhir, terutama sejak dua hari ke belakang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Indra mengakui terdapat dampak kerusakan pada sejumlah rumah warga. “Kerusakan yang terjadi rata-rata kategori rusak ringan hingga rusak sedang pada pemukiman warga,” katanya.
Penanganan kejadian dilakukan secara kolaboratif oleh BPBD, Damkar, TNI-Polri, serta melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Selain pohon tumbang, BPBD juga mencatat tiga titik longsor yang telah dilakukan asesmen awal. “Longsor terjadi di Margacina pada ruas jalan, kemudian di Pamuruyan, serta satu kejadian rumah ambruk yang saat ini datanya sudah masuk ke kami,” jelasnya.
Menghadapi kondisi cuaca ke depan, BPBD Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan informasi dari BMKG, potensi hujan disertai angin kencang diperkirakan masih berlangsung hingga 29 Januari 2026, bahkan berpotensi berlanjut mengingat puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri, serta memangkas pohon-pohon yang berpotensi tumbang di sekitar pemukiman,” tutur Indra.
Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan potensi kerawanan, khususnya pohon di sepanjang ruas jalan yang masuk kewenangan teknis SKPD, agar dapat segera ditindaklanjuti. “Pembersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan juga menjadi hal penting untuk mencegah risiko bencana lanjutan,” pungkasnya.(TU)





