Pendidikan
Ponpes Al-Khoeriyah Borong Trofi Juara Pioneering Se-Jabar
- Details
- Published on Tuesday, 28 April 2026 10:19
- Written by Admin
- Hits: 570
Kuningan Terkini - Prestasi gemilang kembali ditorehkan santri Pondok Pesantren Al-Khoeriyah Cibingbin, Kabupaten Kuningan. Dalam ajang Al-Multazam Islamic & Creative Competition tingkat Provinsi Jawa Barat 2026,, kontingen Al-Khoeriyah menunjukkan taringnya dengan menyapu bersih gelar Juara 1 di tiga kategori berbeda pada cabang lomba Pioneering.
Pencapaian luar biasa ini bukanlah kebetulan semata. Sebelumnya, pada tahun 2025, Dewan Penggalang SMP IT Al-Khoeriyah juga mencatatkan tinta emas di tingkat provinsi dengabn raihan Juara 1 dan Juara Harapan 1 pada Lomba Pioneering Event Aresta ke-20 yang digelar di Ponpes Husnul Khotimah Kuningan.
Keberhasilan beruntun ini mempertegas posisi Al-Khoeriyah sebagai salah satu pesantren dengan kualitas pembinaan kepanduan terbaik di Jawa Barat.
Mudir 'Am Ponpes Al-Khoeriyah, Ustadz Lutfi Indra Setiyawan, memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi para santri dan pembina. Ia menekankan lembaga yang dipimpinnya menaruh perhatian besar pada keseimbangan potensi santri dan memastikan santri tidak hanya matang secara spiritual dan keilmuan agama, namun juga memiliki daya saing yang tinggi di berbagai bidang.
“Kami berkomitmen menjadikan pondok sebagai wadah eksplorasi bakat, dimana setiap santri mendapatkan pendampingan penuh untuk memaksimalkan potensinya, termasuk dalam kecakapan kepanduan ini," tutur Ustadz Lutfi saat memberikan keterangan, Senin (27/o4/2026).
Berikut tiga trofi Juara 1 yang diraih oleh unit SMP IT Al-Khoeriyah (Kategori Putra dan Putri) serta SMA IT Al-Khoeriyah (Kategori Putra).
SMP IT Al-Khoeriyah. Regu Putra, Muhammad Nizar Azzam Gimawan, Muhammad Satria Madakaripura, Nizam Abdurahman, Fahmi Ahmad, dan Al Zihad Aradea. Regu Putri, Hanifatun Nur Zihan, Kharisma Yulianti, Lisna Aziyah, Alena Suci Hiprida, dan Arinal Haq.
SMA IT Al-Khoeriyah. Regu Putra, Rifky Asauqy F, Azzam Fakhri Naufal, Bayu Saputra, Denis Subastian, dan Ibnu Hermawan.(gg)






