Aneka
Ini Salah Siapa? (Tamat)
- Details
- Published on Sunday, 18 October 2015 20:39
- Written by Abun Burhanudin
- Hits: 26388
Cerpen Keluarga
Ini Salah Siapa?
Oleh Abun Burhanudin
Suatu ketika, Boim bertemu dengan Arif, teman lamanya. Boim curhat. Arif bilang kalau dirinya bisa membantu. Tidak perlu banyak kerja, Boim bisa banyak uang. Boim tertarik. Arif bilang agar Boim menemuinya besok. Besoknya Boim datang ke rumah Arif. Temannya itu mengajaknya ke sebuah tempat.
Ternyata dia dikenalkan kepada seseorang yang biasa mencetak surat-surat palsu (Kalau tidak setuju ini bisa diganti). Boim masih belum mengerti. Arif menjelaskan bahwa Boim bisa membeli mobil bodong lalu dibikin BPKB dan STNK palsu, dengan begitu dia bisa menjualnya dengan harga yang lebih mahal. Boim merasa tertarik dengan bisnis itu.
Dengan menggunakan uang tabungannya dia segera membeli mobil atau motor bodong. Setelah dibikin STNK dan BPKB palsu, Boim segera menjualnya. Ternyata hasilnya lumayan. Dia bisa mendapatkan uang banyak dengan cara mudah. Bisnisnya itu terus dilanjutkan. Bahkan dia bukan hanya membeli mobil bodong, tetapi juga merental mobil kemudian dia palsukan STNK dan BPKB nya, selanjutnya dijualnya mobil yang disewanya itu.
Hanya beberapa bulan saja, Boim sudah menjadi orang kaya. Mampu membeli rumah besar dan kendaraan mewah. Yessy sempat bertanya, darimana Boim mendapatkan uang sebanyak itu. Tapi kata Boim, kamu tidak usah banyak bertanya. Yang penting kita sudah menjadi orang kaya. Tidak akan ada orang lagi yang bisa menghina kita. Yessy kecewa. Tapi dia tidak bisa apa-apa.
Di pihak lain, kondisi ekonomi H. Udayat dan Hj. Leni mulai terpuruk. Perusahaan mereka bangkrut. Hutang di mana-mana. H. Udayat terpaksa menjual perusahaannya untuk membayar hutangnya. Tapi itu belum juga cukup. H. Udayat benar-benar bingung.
Hj. Leni menganjurkan agar suaminya minta bantua kepada Boim. Tapi H. Udayat ragu. Boim tidak mungkin mau membantunya karena dulu pernah mereka sakiti. Hj. Leni bilang, tak ada salahnya kalau mencoba. H. Udayatpun akhirnya setuju.
Besoknya H. Udayat datang ke rumah Boim. Dengan sangat sombong Boim menolak untuk membantu mertuanya itu. Yessy mendesak agar Boim mau membantunya. Bagaimanapun dia adalah orang tuaku. Boim akhirnya mau membantu. Dia akan meminjamkan uang, tapi dengan syarat, H. Udayat harus menyerahkan sertifikat rumah sebagai jaminan. Batas waktu pembayaranpun ditentukan satu bulan.
H. Udayat sakit hati. Tapi tak ada pilihan. Terpaksa dia setuju syarat yang diajukan Boim. Besoknya H. Udayat menyerahkan sertifkat rumahnya. Boim tersenyum senang. Akhirnya aku bisa membalaskan sakit hatiku. Sebulan kemudian, H. Udayat belum bisa membayar hutangnya. Boim lalu menyita rumahnya. H. Udayat dan Hj. Leni diusir. Yessy tentunya tidak terima. Boim bilang, kalau kamu tidak terima, kamu boleh pergi dari rumahku.
Yessy tidak bisa berkutik. Terpaksa dia menyetujui keputusan suaminya. Dalam hatinya sedih karena tidak bisa membantu orang tuanya. Sementara itu, Hj. Leni yang mengalami sock berat akhirnya jatuh sakit. Tak lama kemudian, diapun meninggal.
H. Udayat benar-benar sedih. Diapun sakit dan kemudian meninggal. Yessi benar-benar sedih. Dia sangat kecewa dengan sikap Boim yang memperlakukan orang tuanya seperti itu. Tapi Yessy juga maklum. Dulu Boim juga merasa sakit hati oleh orang tuanya. Andai dulu ayah ibunya setuju mereka menikah. Ya Tuhan. Ini salah siapa?
Di pihak lain, Boim sedang asyik nongkrong sambil asik nonton TV di sebuah warung. Tiba-tiba dia kaget saat melihat berita kalau Arif, temannya, ditangkap polisi karena dugaan kasus pemalsuan STNK dan BPKB. Boim benar-benar kuatir. Tak lama lagi pasti giliran dia yang ditangkap. Boim segera keluar dan memacu mobilnya.
Di sebuah persimpangan, dia melihat banyak Polisi sedang melakukan razia. Boim segera balik arah. Polisi yang melihatnya segera mengejar. Boim benar-benar panik. Boim semakin mempercepat lagi mobilnya. Saat tiba di sebuah persimpangan, sebuah mobil dari arah yang berlawanan juga melaju sangat cepat. Tabrakan tak bisa dihindari. Kedua mobil hancur. Baik Boim dan maupun sopir mobil yang lainnya tewas di tempat.
SEKIAN...





Comments
the layout on your blog. Is this a paid theme or did you customize it yourself?
Anyway keep up the excellent quality writing, it's rare to see
a great blog like this one these days.
RSS feed for comments to this post