• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Wed26082026

Last updateWIB3_MonAMWIBE_August+0700RAugAMWIB_0AMthWIB1787538147+07:00MonAMWIBE

Aneka

BOM Sarinah, Cipayung Doa Bersama

Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung bersama komunitas Punk Kuningan saat menggelar aksi doa bersama pasca insiden bom Sarinah di Jakarta.

Kuningan Terkini - Pasca insiden ledakan bom di Jakarta tepatnya kawasan pusat perbelanjaan Thamrin Jakarta Pusat kemarin, puluhan mahasiswa dari kelompok Cipayung yaitu PMII, GMNI, dan HMI Kabupaten Kuningan serta komunitas Punk menggelar doa bersama. Aksi solidaritas ini sengaja digelar, sebagai wujud mengutuk aksi dan tindak kekerasan hingga menghilangkan nyawa orang lain yang dilarang keras oleh agama dan aturan manapun.

“Kami mengutuk keras aksi terorisme, apalagi hingga menghilangkan nyawa orang lain. Itu tindakan terkutuk dan sangat tidak terpuji,” tegas salah seorang kelompok Cipayung, Rasdi sekaligus sebagai Ketua PMII Kuningan kepada awak media usai aksi doa bersama dan teatrikal, Jumat (15/1/2016), malam kemarin.

Menurutnya, aksi bom bunuh diri bahkan hingga aksi penembakan secara membabi buta merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Bahkan, dalam agama apapun tindakan itu sangat dilarang dan tidak dibenarkan.

“Kami dari kelompok Cipayung yakni PMII, GMNI, HMI dan komunitas Punk mendoakan kepada para korban tragedi bom di Jakarta. Pemerintah Indonesia harus berani melawan terorisme di negeri ini. Siapapun orangnya ataupun kelompoknya yang mencoba merusak kedamaian bangsa ini, kami tidak rela sedikitpun,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan, agar seluruh unsur masyarakat bisa bersama-sama bisa lebih berhati-hati terhadap lingkungan disekitarnya. Hal ini sebagai sikap antisipasi untuk waspada sejak dini terkait hal-hal yang dianggap mencurigakan.

Aksi doa bersama itu selain adanya orasi dari para aktivis organisasi, mereka juga menyanyikan lagu-lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya, Gugur Bunga, Mengheningkan Cipta disambung dengan pembacaan puisi dan lainnya.(AND/l.hakim)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing