Aneka
Eka Jabat Kembali Duta Sawala BOMA Jabar
- Details
- Published on Sunday, 08 May 2016 17:51
- Written by Hari Safiarri
- Hits: 25215
Kuningan Terkini, Bandung - Pangaping (penasihat) BOMA Jabar, Eka Santosa kembali terpilih menjadi Duta Sawala (Sekreteris Jendral) organisasi kasepuhan masyarakat adat Jabar. Eka terpilih kembali sesuai dengan keputusan Gempungan (Rapat Kerja) BOMA (Baresan Olot Masyarakat Adat) Jawa Barat di Kawasan Ekowisata dan Budaya Alam Santosa, Selasa (3-4/5/2016).
“Ini hitung-hitung Kang Eka menggantikan kedudukan Bah Uluk sebagai Ketua BOMA Jabar. Alih fungsi atau kedudukan ini dirasakan perlu, agar BOMA Jabar lebih dinamis dalam beraktivitas,” jelas Wa Ugis Suganda, Representasi Tetua Kampung Adat Sinaresmi, Cipta Mulya, dan Cipta Gelar di Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, hal ini dilakukan mengingat keberadaan Bah Uluk yang sehari-hari tinggal di Kampung Dukuh, Cikelet Garut Selatan, menjadi kendala tersendiri. Sedangkan kegiatan harian BOMA Jabar secara administratif lebih banyak di Bandung. Pertimbangan lainnya, ketua Harian BOMA Jabar yang selama ini dijalankan oleh Kang Jajang Sanaga, Representasi Kampung Adat Sanaga dari Kabupaten Tasikmalaya, perlu difungsikan secara maksimal melalui Duta Sawala yang baru di BOMA Jabar.
“Ini sekedar reposisi saja, kebetulan Kang Eka Santosa tak sepenuhnya lagi berpartai. Sebagai Duta Sawala, BOMA Jabar, diharapkan lebih lincah membawa aspirasi masyarakat adat”, jelas Kang Yayan, Representasi Masyarakat Adat dari Kampung Kuta, Garut Selatan.
Sebagaimana diketahui Eka Santosa sebelumnya telah menjabat sebagai Duta Sawala , BOTS (Baresan Olot Tatar Sunda, 2010 – 2013). Setelahnya BOTS menjadi BOMA Jabar, melalui Sawala Luhung di Kampung Kuta 2014. Namun dalam kiprahnya, secara kebetulan Eka Santosa menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Jabar (20/5/2014 – 8/6/2015).
“Kondisi kala itu, menjadikan Ia tak begitu leluasa membawakan aspirasi masyarakat adat Jabar”. Kini Eka Santosa, setelah sekitar hampir satu tahun tak berpartai lagi, menyatakan 100 persen kesiapannya menjadi Duta Sawala BOMA Jabar. Ini pun merangkap sebagai Ketua Forum DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum, dan Ketua Umum Gerakan Hejo.
”Tak mengapa jabatan ini saya emban kembali, ini semua atas desakan para olot sendiri. Jabatan lainnya di Gerakan Hejo Dan Forum DAS Citarum, relatif masih satu nafas dengan perjuangan saya menghijaukan Jabar!”, jelas Eka, yang pernah menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Jabar 1999 – 2004, Ketua Komisi ll DPR RI 2004 – 2009. BOMA Jabar sendiri kini beranggotakan sekitar 20-an Kampung Adat di Jawa Barat.
Kondisi Kampung Adat sendiri yang biasa disebut Kasepuhan, rata-rata dalam 10 tahun terakhir hanya tinggal jejak-jejaknya saja. “Yang namanya tanah ulayat, hutan larangan, dan tradisi di tempat kami sudah mulai pudar. Padahal ini kan, akar budaya bangsa. Kalau akarnya punah, bangsa ini identiasnya bagaimana?”, kata Olot Warsa, dari Kampung Kuta disela-sela Gempungan BOMA Jabar 2016 di Alam Santosa yang berlangsung secara bersahaja.
Kebersahajaan itu ditandai dengan “raker” yang dilakukan secara lesehan, duduk bersila di atas tikar - di bangunan tradisional yang semua berbasiskan bambu dan kayu! Yang unik lainnya, Bah Uluk masih makan dan minum dengan perkakas terbuat dari bambu dan kayu, walaupun lainnya sudah memakai piring gelas.
“Ini tradisi, tak boleh hilang”, jelas Solahah, asisten Bah Uluk yang dipanggil olehnya sebagai Mama Uluk. (HS/dtn)




