Aneka
Mangkubumi, Kepercayaan Sultan Agung
- Details
- Published on Sunday, 15 May 2016 21:16
- Written by Aof
- Hits: 40836
Kuningan Terkini - Pertengahan Abad 16, Pasca penguasa Kuningan, Geusan Ulun mangkat, Kuningan memiliki keterkaitan erat dengan Kerajaan Mataram, eratnya jalinan politik antara Kuningan dengan Mataram membuat Kuningan tak lagi berada dibawah kekuasaan kesultanan Cirebon. Kuningan menjadi kawan baru Mataram dan secara khusus Sultan Agung memberikan Gelar Mangkubumi kepada penguasa pengganti Geusan Ulun, penguasa sebelumnya.
Menurut salah satu narasumber, Amin Prayitno tokoh masyarakat Tanjung Sari yang ditemui siang tadi, Minggu (15/5/2016) di rumahnya mengatakan, Mangkubumi merupakan gelar yang menunjukan tingkat kepercayaan Sultan Agung kepada putra dari Geusan Ulun.
“Secara istilah, Mangkubumi menunjuk pada jabatan tertinggi, ada kemungkinan dulu putra Geusan Ulun ini merupakan kepercayaan Sultan Agung untuk menduduki salah satu daerah taklukanya, karena gelar ini menurut saya menunjuk pada kekuasaan” kata Pa Amin Menjelaskan.
Lanjutnya, Mangkubumi yang makamnya terletak di pemakaman Tanjung Sari, jalan pramuka Kelurahan Pramuka ini, menurut cerita yang berkembang merupakan salah satu abdi setia Sultan Agung yang Ikut Agresi Mataram Ke Batavia untuk melawan Belanda. Namun, kesetiaan pada Mataram mulai memudar kala Sultan Agung meninggal kemudian digantikan oleh Raden Mas Sayyidin yang bergelar Sultan Amangkurat I.
“Pada waktu itu, beliau menentang penguasa Mataram yang terkenal Bengis pada Ulama” terangnya.
Selain itu, seperti kebiasaan penguasa, mereka lebih senang menggunakan Gelar untuk sebutan nama ketimbang nama kecil. Ini menjadi tradisi, Khususnya di Kuningan seperti Ratu Selawati, Arya Kamuning, Adipati Ewangga, Geusan Ulun dan Mangkubumi, nama kecilnya tak lagi digunakan.
“Maka dari itu, secara khusus kita bisa mengatakan bahwa Mangkubumi merupakan penunjuk kedekatan Kuningan dengan Mataram Kala ittu,” ujarnya. (Ufz)




