• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Thu25062026

Last updateWIB3_ThuAMWIBE_June+0700RJunAMWIB_0AMthWIB1782352053+07:00ThuAMWIBE

Pemerintahan

Distribusi Raskin Harus Tepat Sasaran

Sekda Kuningan, Drs Yosep Setiawan MSi saat memberikan penghargaan raskin.

Kuningan (KaTer) - Beras miskin (Raskin) merupakan hak orang-orang miskin dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, dalam hal ini pihak pemerintah berkewajiban dalam pendistribusiannya. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Drs. H. Yosep Setiawan, M.Si disela-sela sosialisasi program raskin Kabupaten Kuningan tahun 2014, di Gor Ewangga, Rabu (19/3/2014).

“Raskin kebutuhan pokok masyarakat berpenghasilan rendah untuk itu dalam pendistribusiannya harus sesuai dengan data yang akurat, tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar Yosefp.

Kedepan kata Yosep, tidak boleh lagi terjadi penyimpangan yang diakibatkan berbagai kepentingan diantara para pelaku pendistribusi raskin. Pengolahan data harus dilakukan dengan teliti untuk menghasilkan data yang akurat. Sehingga, nantinya tidak terjadi kesalahan distribusi.

“Jangan sampai masyarakat yang seharusnyakemudian ada pula yang mendapatkan double, itu seharusnya tidak terjadi,” tandasnya.

Lebih lanjut Yosep menambahkan, pelaksanaan pendistribusian raskin merupakan salah satu pekerjaan mulia. Karena membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, terlebih Kabupaten Kuningan telah berturut-turut memperoleh anugrah raskin award pada tahun 2012 dan 2013.

“Hal ini merupakan cerminan pelaksanaan pendistribusian yang baik sesuai dengan aturan,” terangnya.

Sementara, Kepala Sub Divre Bulog Cirebon Muhson, menerangkan, dari 65 persen kebutuhan pangan masyarakat, 25 persennya adalah beras. Bulog dalam hal ini melakukan pengadaan beras yang berasal dari produk petani yang kemudian nantinya akan disalurkan.

“Konteks lain dari penyaluran raskin ini memiliki andil dalam menekan inflasi. Karena ketika raskin tidak disalurkan harga dipasaran akan naik dan begitupula sebaliknya, dan ini merupakan peran pemerintah dalam membangun dan menstabilkan harga ditingkat produsen,” urainya.

Ditempat yang sama, Kabag Ekonomi setda Kuningan, Trisman Supriatna, M.Pd selaku ketua penyelenggara mengatakan, maksud dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk memberikan akses pangan baik secara fisik (beras berada di titik distribusi (TD), maupun ekonomi (harga jual yang terjangkau) kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS). Sementara tujuannya mengurangi beban RTS melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras.

“Saat ini, tim koordinasi raskin Kabupaten Kuningan akan memberikan penghargaan pengelolaan raskin terbaik tahun 2013 kepada 6 kecamatan dan diambil 1 desa/kelurahan dari tiap kecamatan berjumlah 32 desa/kelurahan. Ini merupakan salah satu upaya untuk memacu semangat agar dalam pelaksanaan penyaluran raskin dapat meningkat lebih baik lagi.” Pungkasnya. (AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing