Thu15012026

Last updateWIB3_ThuPMWIBE_January+0700RJanPMWIB_0PMthWIB1768460956+07:00ThuPMWIBE

Pemerintahan

Puspita Group Tepis Bangun Sirkuit di Kawasan Ciremai

Jumpa Pers Manajemen Puspita Group dengan sejumlah wartawan.

Kuningan Terkini - Penghentian operasi alat berat di lahan lereng Gunung Ciremai, Desa Cisantana, Cigugur, Kabupaten Kuningan menjadi isu liar hingga menyudutkan kawasan usaha milik milik Owner Puspita Cipta Group, yang juga Anggota DPR RI H Rokhmat Ardiyan, M.M. Mengantisipasi isu liar terus melebar, Manajemen Puspita Group akhirnya angkat bicara.

Manajemen Puspita Group mengakui lahan tersebut milik Puspita Cipta Group, yang telah lama dibeli dari warga dan belum ada kaitan dengan pengembangan Arunika. Lahan yang sudah tidak produktif diolah warga itu, lama terbengkalai karena statusnya ladang, sulit air. Bahkan, tumbuh banyak gulma, termasuk pepohonan liar seperti Kaliandra.

“Itu kita coba bersihkan. Sedikit demi sedikit jalan dan menanam bibit pohon produktif, seperti alpukat, nangka, tapi mati oleh gulma Kaliandra. Hingga akhirnya kami menenam jati, pinus dan pohon lainnya. Bibitnya kami ambil dari Jateng,” kata Manajer Agro Puspita Cipta Group, Heri Ruhiyat Taufik (oyut), saat jumpa pers, di Minara House Kuningan, Senin (08/12/2025)

Ditempat yang sama, Korlap Agrowisata, Nuky Nurholis, S.P mengungkapkan kendala pembersihan gulma di lahan tersebut. Tuntas di zona A, lalu bergeser ke zona B. Tapi masih berproses zona B, zona A kembali ditumbuhi gulma, apalagi Kaliandra. Karena memang proses pembersihan gulma manual, medan terjal. Sehingga memakan waktu yang cukup lama.

“Agar efisien dan mempercepat pembersihan gulma, Kami menggunakan alat berat. Saat gulma bersih, Kami telah menyiapkan penanaman bertahap, mengikuti proses pembersihan gulma. Jadi alat berat itu untuk pembersihan gulma supaya cepat dan efektif," jelas Nuky Nurholis, S.P

Ia menepis alat berat itu untuk pembangunan kawasan usaha. Menurutnya, belum ada rencana pembangunan apapun. Yang terjadi hanya pembersihan gulma Kaliandra, yang mematikan bibit pohon.

"Rencananya, kita akan membuat hutan tematik untuk penelitian, edukasi, rekreasi, tepatnya laboratorium alam (arboretum). Tidak ada pembangunan usaha, yang saat ini memerlukan Amdal," jelasnya lagi

Sementara, Kepala Bagian Hukum Puspita Group, Ady Waggos, SH, MH menegaskan tidak ada pembangunan sirkuit. Belum ada rencana pengembangan usaha di lokasi itu. Ketika kedepan ada pengembangan usaha, tentu akan memproses Amdal sesuai master plan. Apalagi komitmen H Rokhmat Ardiyan, M.M dalam menjaga lingkungan sejak dulu sangat kuat.

“Kami berharap, niat baik Puspita Cipta Group untuk mengembalikan vegetasi pepohonan di lahan tersebut, mendapat dukungan semua pihak. Sejauh ini, di kawasan tersebut sudah ditanam pohon mencapai 20 ribu bibit pohon,” pungkasnya.(j’ly)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing