Pemerintahan
Guru Honorer Tuntut Kesejahteraan
- Details
- Published on Thursday, 18 December 2014 22:28
- Hits: 36328
Kuningan Terkini - Jelang pergantian tahun banyak tuntutan yang berdatangan dari mayarakat, agar pemerintah segera menuntasakan segala permasalahan yang belum terselesaikan. Salah satunya para guru honorer yang merasa sangat dianak tirikan oleh Pemkab Kuningan, bahkan terkesan tidak dipedulikan sama sekali.
Ketua organisasi Kaum Minoritas (KM), Asep Bebeng yang berprofesi sebagai guru honorer di salah satu instansi pendidikan, merasa iba dan perihatin atas nasib yang dialami para honorer.
“Nasib honorer saat ini sangat tragis, malah sampai ada yang digaji hanya dengan uang Rp 150 ribu per bulan. Sementara tugas dan kerjanya sama dengan PNS,” ungkapnya kepada Kuningan Terkini, Kamis (18/12/2014).
Asep melanjutkan, dirinya beserta honorer yang lain akan menuntut kesejahteraan yang layak, baik itu honorer kategori 2 atau non kategori. Berhubung dengan PP 56 tahun 2012 yang menjadi payung hukum tentang pengangkatan tenaga honorer akan segera habis.
“Sementara ini, kami akan menuntut gaji yang layak. Karena UMR Kuningan saja sudah mencapai Rp 1,2 juta per bulan. Buruh bangunan saja Rp 50 ribu per hari, masa guru Honorer hanya Rp 5 ribu per hari. Hal itu idak layak bagi seorang yang menyanding gelar pahlawan tanpa tanda jasa,” tandasnya. (BAY)




