• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Wed12082026

Last updateWIB3_WedAMWIBE_August+0700RAugAMWIB_0AMthWIB1785889431+07:00WedAMWIBE

Sosial

Tradisi Nyekar, Warga Ziarah ke Makam

Tradisi Nyekar, Warga Ziarah ke Makam

Kuningan (KaTer) - Setiap bulan Ramadhan tiba, banyak tradisi yang dilakukan oleh umat Islam di Indonesia. Salah satunya adalah berziarah ke makam keluarga atau nyekar. Selain mendoakan keluarga mereka yang telah tiada, tradisi nyekar juga dimanfaatkan untuk merawat dan membersihkan makam. Pantauan di lapangan, sejumlah tempat pemakaman umum di Kabupaten Kuningan dipenuhi warga yang melaksanakan tradisi ini, Senin (28/7/2014).

Seorang peziarah mengatakan, ia beserta keluarganya melaksanakan tradisi nyekar tersebut rutin setiap tahun. “Ziarah ke makam orangtua. Kalau mau menjelang bulan puasa kita kan harus ziarah. Kan banyak yang ziarah ke luar, seperti ke (makam,red) para Wali. Masak orangtua yang dekat kenapa enggak diziarahi. Yang penting nomorsatukan orangtua dulu. Sudah biasa setiap tahun (ziarah,red) begini, saat menjelang Ramadhan dan juga pada waktu lebaran,” ujar Dodo warga asal Cigintung saat ditemui KaTer.

Hal serupa dilakukan oleh warga asal Pasapen, Tuti beserta rombongan keluarganya berziarah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Astana Gede di Jalan Syekh Maulana Akbar Kuningan. Mereka berniat melakukan ziarah ke makam keluarga yang terlebih dahulu meninggalkan keluarganya di dunia.

"Ya, kita selalu berziarah tiap tahun untuk mendoakan keluarga kita yg terlebih dahulu meninggalkan kita" jelasnya.

Banyaknya warga yang datang untuk berziarah, membuat kunjungan ke tempat pemakaman umum meningkat dua kali lipat. Jika pada hari biasanya tempat pemakaman umum tampak sepi dari peziarah, kini justru padat oleh peziarah yang datang tidak hanya dari dalam kota, namun juga dari luar kota. Ziarah makam hanya satu dari sekian banyak tradisi masyarakat Indonesia khususnya umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Selain makam keluarga, sebagian umat muslim ada pula yang berziarah ke makam para Wali dan pemuka agama Islam lainnya. Ada pula umat muslim yang melakukan tradisi munggahan atau makan bersama untuk menyambut Ramadhan. Berbagai tradisi yang patut dilestarikan tersebut merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang bangsa Indonesia sejak dulu.(AND)

Add comment


Security code
Refresh


Fishing