• Home
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Politik
  • Sosial
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Profil
  • Aneka
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Wisata

Thu13082026

Last updateWIB3_ThuAMWIBE_August+0700RAugAMWIB_0AMthWIB1786575223+07:00ThuAMWIBE

Sosial

Lebaran, Pedagang BRI Pulang Kampung

Foto ilustrasi

Kuningan (KaTer) - Lebaran sepertinya menjadi magnet tersendiri bagi para perantau untuk pulang kampung. Termasuk didalamnya warga Kuningan yang berjualan Bubur kacang ijo, Rokok, dan Indomie (BRI) di berbagai daerah, seperti Bandung, Jakarta, Bekasi, Tanggerang, Yogyakarta dan di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Selain istilah BRI, aja juga istilah lainnya yang cukup akrab ditelinga. Diantaranya, Wakosim (Warung kopi siang malam) dan ITB (Icalan teh botol).

Dengan keuletannya, sebagian besar para pelaku usaha tersebut mampu mengembangkan usahanya. Awalnya hanya memiliki sebuah warung BRI, kemudian bertambah hingga belasan buah warung. Dengan semakin banyaknya warung BRI, secara otomatis tenaga kerja pun bertambah dan keuntungannyapun semakin berlipat.

Tak heran apabila mereka rata-rata memiliki tempat tinggal yang layak di kampung halamannya, bahkan banyak di antaranya yang sudah memiliki rumah bertingkat dan kendaraan roda empat. Mereka umumnya berasal dari perdesaan, sehingga pada saat Lebaran Idulfitri para perantau mudik ke kampung halamannya untuk bersilaturahmi dengan sanak keluarga.

"Mudik menjelang Lebaran sudah menjadi tradisi bagi masyarakat mana pun yang beragama Islam, termasuk kami warga Kuningan yang merantau di kota besar. Mau sukses atau belum sukses pokoknya kudu bisa pulang kampung halaman,” kata Boim, salah seorang pedagang BRI asal Cibingbin, Kuningan di Tanggerang, Selasa (29/7/2014).

Lebih jauh Boim menjelaskan, para perantau yang berjualan BRI tidak semuanya berhasil secara ekonomi, ada juga yang hidupnya pas-pasan. “Saya merantau sudah puluhan tahun, Allhamdulillah bisa menafkahi anak dan istri di kampung,” terangnya.(red)

 

Add comment


Security code
Refresh


Fishing